Kunjungan Wisatawan ke Bantul Saat Lebaran 2026 Turun Drastis

2 hours ago 2

Kunjungan Wisatawan ke Bantul Saat Lebaran 2026 Turun Drastis Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul, Edy Prabowo. - Ist

BANTUL-Jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Bantul menurun drastis selama libur Lebaran 2026. Wakil Ketua Komisi B DPRD Bantul, Edy Prabowo, menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan turunnya jumlah wisatawan ke berbagai destinasi wisata di Bumi Projotamansari.

Menurut Edy, salah satu faktor yang banyak dikeluhkan adalah isu harga tiket masuk objek wisata di Bantul yang dinilai terlalu mahal. Harga tiket masuk kawasan wisata pantai di Bantul saat ini sebesar Rp15.000. Meski demikian, tarif tersebut sebenarnya masih setara dengan daerah lain di wilayah DIY. Namun, isu mengenai mahalnya tiket terlanjur berkembang di masyarakat dan memengaruhi minat wisatawan untuk berkunjung.

“Banyak isu negatif di tempat wisata, salah satunya anggapan harga tiket masuk terlalu mahal,” katanya, Kamis (7/5/2026).
Selain persoalan tiket, pelayanan di sejumlah lokasi wisata di Bantul juga dinilai masih kurang ramah. Edy mencontohkan kasus viral di media sosial terkait larangan berfoto bagi rombongan wisatawan menggunakan kamera atau ponsel pribadi di Pantai Parangtritis yang dilakukan oleh oknum penyedia jasa foto.

“Banyak wisatawan diperlakukan kurang baik. Kadang pengunjung tidak boleh foto sendiri. Isu negatif seperti ini menimbulkan konotasi buruk terhadap wisata di Bantul,” ujarnya.
Ia juga menyoroti promosi wisata Bantul yang dinilai masih minim, terutama ke sekolah-sekolah maupun agen perjalanan wisata di luar daerah.

“Masalah promosi masih sangat minim. Ini menjadi tiga poin utama persoalan wisata di Bantul, yakni isu harga tiket, pelayanan, dan promosi,” katanya.
Data Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul menunjukkan, pada periode 18–24 Maret 2026 jumlah kunjungan wisatawan hanya mencapai 80.333 orang dengan pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp1.162.328.000.

Angka tersebut turun signifikan dibandingkan periode Lebaran 2025, yakni 31 Maret hingga 7 April 2025, yang mencatat jumlah kunjungan mencapai 144.085 wisatawan dengan PAD sebesar Rp2.086.592.500.
Penurunan juga terlihat dari rata-rata kunjungan harian. Pada 2025, jumlah kunjungan mencapai sekitar 18.000 wisatawan per hari, sedangkan tahun ini hanya sekitar 11.400 wisatawan per hari.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Saryadi, mengatakan harga tiket bukan faktor utama penurunan jumlah wisatawan. Menurutnya, kondisi ekonomi masyarakat yang belum pulih sepenuhnya turut memengaruhi daya beli masyarakat untuk berwisata.

Selain itu, daya tarik destinasi wisata Bantul, khususnya kawasan pantai selatan, dinilai belum berkembang signifikan dibandingkan daerah sekitar seperti Kabupaten Gunungkidul.
“Kami ibarat berdagang dengan produk yang sama dengan pesaing. Ketika tetangga punya banyak menu baru dan destinasi baru, sementara Bantul stagnan, wajar jika wisatawan beralih ke tempat lain,” ujarnya.
(ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news