KLIKPOSITIF- Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumatera Barat angkat bicara terkait video viral yang memperlihatkan dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan pinggiran sungai di Kabupaten Sijunjung.
Kepala Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, mengatakan pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran video tersebut sekaligus menyiapkan langkah lanjutan apabila ditemukan aktivitas PETI.
“Untuk membuktikan hal tersebut tentu harus ke lapangan,” ungkapnya kepada Klikpositif, Kamis (14/5/2026).
Ia menjelaskan, verifikasi lapangan diperlukan tidak hanya untuk memastikan lokasi dan aktivitas yang terekam dalam video, tetapi juga untuk mengetahui material yang hanyut di aliran sungai serta kaitannya dengan dugaan aktivitas tambang ilegal tersebut.
Menurut Helmy, penanganan PETI tidak bisa dilakukan sendiri oleh satu instansi. Karena itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan unsur terkait lainnya.
“Kami tetap melakukan koordinasi dengan seluruh pihak, termasuk Polda selaku penegak hukum. Aparat penegak hukum juga tetap melakukan penindakan dan operasi di lapangan,” terangnya.
Helmy menegaskan, pemberantasan PETI harus menjadi perhatian bersama seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat.
Ia menyebut, Gubernur Sumatera Barat telah mengeluarkan surat instruksi kepada seluruh bupati dan wali kota agar melakukan penertiban terhadap aktivitas PETI di daerah masing-masing.
“Pemberantasan PETI atau illegal mining ini harus menjadi perhatian semua pihak, terutama di level Forkopimda, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” tegasnya.
Selain pemerintah dan aparat penegak hukum, ESDM Sumbar juga mengajak seluruh unsur masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam memberantas aktivitas tambang ilegal, mulai dari tokoh adat, ninik mamak, tokoh masyarakat hingga pemuda di tingkat nagari.
“Ini kerja bersama. Keterlibatan masyarakat sangat penting agar PETI bisa diberantas,” ujarnya.
Terpisah, Kopolres Sijunjung, AKBP Willian Harbensyah saat dikonfirmasi melalui pesan whatsapp belum merespon terkait video tersebut.
Sebelumnya, sebuah video yang memperlihatkan aktivitas tambang emas di tepian sungai di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat, viral di media sosial Instagram usai diunggah akun topik.sumbar24jam, Rabu (13/5/2026).
Video berdurasi 17 detik itu merekam kondisi lokasi tambang setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir hingga memicu banjir dan meningkatnya debit air sungai.
Dalam rekaman terlihat aktivitas penambangan terhenti total. Arus sungai tampak deras dengan air berwarna keruh pekat. Area pengerukan emas juga mulai tergenang dan dipenuhi lumpur kuning.
Di lokasi terlihat satu unit alat berat jenis mesin pengeruk terparkir dalam kondisi tidak beroperasi. Tak jauh dari lokasi alat berat, tampak pula sebuah tenda pekerja beratapkan terpal biru di pinggiran sungai.
Berdasarkan informasi yang beredar bersama video tersebut, aktivitas itu diduga merupakan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI).
Viralnya video tersebut memicu reaksi keras warganet. Banyak komentar menyoroti dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang ilegal di kawasan sungai.
Hingga, Kamis (14/5/2026), siang pukul 11.19 WIB. Postingan video tersebut sudah mendapat tanggapan 789 like, 40 komentar, 28 kali repost, dan 44 kali dibagikan.

1 day ago
7

















































