KLIKPOSITIF- Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), ikut prihatin dengan kecelakaan di Padang Besi Kota Padang, selain kerugian materil, kecelakan tersebut juga menghilang banyak nyawa.
Ia menegaskan, terjadi kecelakaan teraebut harus menjadi atensi seluruh pihak terkait pencegahan ke depannya, terutama pengawasan kendaraan angkutan barang (truk) di wilayah Sumbar.
Ia mengatakan, upaya pencegahan harus menjadi prioritas melalui pengawasan ketat terhadap kendaraan angkutan, diantaranya seperti pemeriksaan rutin kelayakan kendaraan atau uji KIR.
“Jadi penting optimalisasi fungsi jembatan timbang, seperti yang berada di perbatasan Padang-Solok, sebagai instrumen pengawasan,” terangnya.
Menurutnya, meski pengelolaan jembatan timbang telah beralih ke pemerintah pusat, ia meminta pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk tetap aktif melakukan koordinasi.
“Kita tidak menginginkan terjadinya kecelakaan yang korbannya adalah masyarakat pengguna jalan raya,” tegasnya.
Ia menyatakan, telah berulang kali menyarankan pembangunan jalur penyelamat atau tanjakan penahan (escape ramp) pada sejumlah titik krusial guna mengantisipasi kendaraan yang mengalami kegagalan sistem pengereman.
“Misalnya di lokasi-lokasi rawan, salah satunya di tikungan Sitinjau Lauik,” jelasnya.
Sementara terkait kendala teknis di lapangan, ia mengakui pemeriksaan di jembatan timbang memiliki masalah, salah satunya adalah potensi kemacetan akibat antrean panjang.
Namun, ia menegaskan perlunya dicarikan solusi yang tepat tanpa mengabaikan aspek keselamatan.
“Ini akan terus kami suarakan, terutama terkait jembatan timbang untuk melihat kelayakan kendaraan. Pemerintah daerah harus tetap turun langsung melakukan pengawasan dan koordinasi dengan pemerintah pusat,” ujarnya.

3 hours ago
4




















































