Harianjogja.com, JOGJA–Paralimpiade Musim Dingin 2026 resmi digelar pada 6–15 Maret di Italia, menghadirkan 665 atlet dari berbagai negara dalam 79 nomor medali.
Reuters melaporkan, edisi tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan 50 tahun penyelenggaraan Paralimpiade Musim Dingin pertama pada 1976. Selama lima dekade, ajang ini berkembang pesat dari sisi jumlah peserta, cabang olahraga, hingga dukungan global.
Pembukaan di Verona, Penutupan di Cortina
Upacara pembukaan digelar di kota bersejarah Verona pada 6 Maret. Kota ini dipilih karena kombinasi kekayaan budaya dan infrastruktur aksesibilitasnya yang memadai bagi penyandang disabilitas.
Sementara itu, seremoni penutupan akan berlangsung di Cortina d'Ampezzo, salah satu ikon olahraga musim dingin Italia. Meski pembukaan resmi pada 6 Maret, pertandingan sudah dimulai sejak 4 Maret melalui cabang wheelchair curling.
Tiga Klaster Utama di Italia Utara
Penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep multi-klaster di wilayah Italia Utara:
Cortina d'Ampezzo: Tuan rumah para alpine skiing dan para snowboard di kawasan pegunungan Dolomites.
Val di Fiemme: Arena para cross-country skiing dan para biathlon dengan trek kompetitif kelas dunia.
Milan: Menjadi pusat pertandingan para ice hockey dan wheelchair curling di arena es modern.
Konsep ini dirancang untuk memastikan setiap cabang olahraga digelar di venue paling representatif sesuai karakteristiknya.
Enam Cabang, 79 Nomor Medali
Sebanyak 79 nomor medali diperebutkan dalam enam cabang olahraga utama:
- Para alpine skiing
- Para biathlon
- Para cross-country skiing
- Para ice hockey
- Para snowboarding
- Wheelchair curling
Menariknya, edisi 2026 menandai debut nomor wheelchair curling ganda campuran sebagai perebutan medali resmi—sebuah langkah penting dalam memperluas inklusivitas olahraga adaptif.
Simbol Kesetaraan dan Inspirasi Global
Di bawah payung penyelenggaraan Milano Cortina 2026, Paralimpiade tahun ini bukan sekadar ajang perebutan medali, tetapi juga simbol kesetaraan, keberanian, dan inspirasi bagi komunitas difabel di seluruh dunia.
Panitia memastikan seluruh venue ramah disabilitas, dengan fasilitas akses penuh bagi atlet maupun penonton. Dukungan siaran global dan platform streaming digital juga memungkinkan masyarakat dunia menyaksikan perjuangan para atlet secara langsung.
Paralimpiade Musim Dingin 2026 pun diharapkan menjadi salah satu edisi paling ambisius dan berkesan dalam sejarah olahraga difabel internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

7 hours ago
4

















































