Harianjogja.com, JOGJA—Arus mudik Lebaran 2026 menuju DIY diperkirakan akan melonjak tajam dengan jumlah pemudik mencapai 8,2 juta orang. Prediksi pemudik masuk Jogja tersebut membuat Polda DIY menyiapkan berbagai langkah pengamanan, termasuk mendirikan puluhan pos pengamanan serta mengantisipasi potensi kemacetan di sejumlah jalur utama.
Kapolda DIY Brigjen Pol Anggoro Sukartono menyebut angka 8,2 juta pemudik masuk Jogja tersebut berdasarkan hasil survei Kementerian Perhubungan yang menempatkan DIY sebagai salah satu tujuan utama arus mudik Lebaran tahun ini.
“Kita rapat koordinasi untuk menerima masukan dari semua stakeholder Pemda DIY dan unsur kepolisian untuk memastikan kegiatan masyarakat baik liburan, ibadah dan perayaan Idul Fitri dapat berjalan lancar,” ujarnya saat menemui media usai Rakor Forkopimda Jelang Idulfitri 1447 H di Kepatihan, Selasa (10/3/2026).
Angka pemudik masuk Jogja sebanyak 8,2 juta orang tersebut merupakan proyeksi berdasarkan perhitungan jumlah pengguna kendaraan pribadi, penumpang kereta api yang tiba di Stasiun Tugu dan Stasiun Lempuyangan, serta mobilitas perjalanan darat dari berbagai daerah selama periode libur Lebaran.
Menurut Anggoro, salah satu daerah penyumbang wisatawan terbesar menuju Jogja diperkirakan berasal dari Jakarta. Dengan waktu tempuh perjalanan sekitar enam jam, masyarakat dari Jakarta diprediksi sudah dapat tiba di Jogja pada masa arus mudik.
“Salah satu penyumbang wisatawan terbesar adalah Jakarta. Dengan waktu tempuh sekitar 6 jam perjalanan, masyarakat dari Jakarta diprediksi sudah dapat masuk ke Jogja. Diperkirakan puncak arus masuk terjadi pada H-5 hingga H-3 Lebaran,” katanya.
Ia memprediksi sejumlah simpul transportasi di Jogja akan mengalami peningkatan aktivitas signifikan, terutama di Stasiun Yogyakarta, Stasiun Lempuyangan, serta Yogyakarta International Airport (YIA).
Sementara itu untuk jalur darat, ruas Jalan Solo diperkirakan menjadi salah satu titik yang paling berpotensi mengalami kepadatan kendaraan selama arus mudik Lebaran.
“Namun berbagai langkah antisipasi telah disiapkan oleh aparat kepolisian, khususnya dari Direktorat Lalu Lintas. Langkah tersebut meliputi pengalihan arus, sistem buka-tutup jalan, hingga penegakan hukum terhadap pelanggaran, seperti penggunaan bahu jalan. Kami berharap masyarakat yang masuk maupun keluar Jogja dapat disiplin mengikuti aturan lalu lintas,” ungkapnya.
Selain jalur utama, sejumlah akses menuju destinasi wisata di wilayah DIY juga diprediksi berpotensi mengalami kemacetan selama periode libur Lebaran.
“Tapi dari hasil koordinasi kita pastikan mengacu pada kegiatan Nataru [Natal dan Tahun Baru], kita ulangi pada kesempatan Idul Fitri kali ini, semua tadi disampaikan, kesiapan mulai infrastruktur, peralatan dan kesiapan personil,” paparnya.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Polda DIY akan menggelar Operasi Ketupat Progo yang berlangsung pada 13–25 Maret 2026. Sebanyak 25 pos pengamanan Polri akan didirikan di berbagai wilayah kota dan kabupaten di DIY.
Pada beberapa titik tertentu, pos tersebut juga akan didukung oleh fasilitas dari Dinas Kesehatan serta Kementerian Agama yang menyediakan rest area di sejumlah tempat ibadah yang ditunjuk.
Selain itu, unsur BMKG turut dilibatkan untuk memberikan informasi mengenai prakiraan cuaca serta potensi bencana hidrometeorologi selama periode mudik Lebaran.
“Sampai dengan bulan April diprediksi tetap curah hujan masih tinggi. Beberapa kejadian bencana longsor ada di Gunung Kidul dan ini perlu diantisipasi pada pelaksanaan nanti libur Idul Fitri,” ungkapnya.
Jalur Lalu Lintas
Polda DIY juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk memberikan informasi jalur lalu lintas melalui Google Maps, termasuk penyesuaian rute yang tidak boleh dilalui kendaraan, terutama pada jalur kecil yang tidak memiliki pengawasan petugas.
“Perkembangan kondisi lalu lintas bisa berubah setiap hari. Jika ada jalur yang berpotensi menimbulkan kerawanan, maka akan dilakukan penyesuaian agar kendaraan tetap melalui jalur yang memiliki pengawasan petugas. masyarakat diimbau untuk disiplin menggunakan jalur yang telah ditentukan dan memperhatikan informasi lalu lintas,” paparnya.
Ia juga menyampaikan bahwa sesuai kebijakan Kementerian Perhubungan, Tol Purwomartani akan diberlakukan sistem satu arah untuk kendaraan yang keluar dari wilayah DIY.
“Pengaktifan dilakukan setelah melihat perkembangan kedatangan masyarakat yang diprediksi mencapai 8,2 juta orang,” ujarnya.
Terkait dengan kondisi jalan berlubang di sejumlah titik, Anggoro mengaku telah menerima laporan tersebut dan menyiapkan langkah pengamanan pada ruas jalan yang belum sempat diperbaiki.
“Akan kami jaga dua kali lebih daripada jalan-jalan yang memang sudah menjadi spot pengawasan. Ini untuk mencegah ketidaktahuan masyarakat terkait jalan dan kondisi jalan, sehingga apabila informasi disampaikan lebih awal, mencegah potensi kecelakaan,” katanya.
Sementara itu, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyebut keluhan masyarakat terkait jalan berlubang banyak ditemukan di Jalan Magelang yang merupakan jalan nasional sehingga kewenangan perbaikannya berada di pemerintah pusat.
“Kalau Magelang-Jogja itu jalan Nasional. Kita juga sudah sampaikan itu ke BPJN [Balai Pelaksanaan Jalan Nasional], karena kita kan juga tidak mungkin juga itu kan juga kita keterbatasan kita mesti lebih memprioritaskan yang jalan Provinsi yang kita tangani dulu,” ungkapnya.
Selain persoalan jalan berlubang, penerangan jalan di ruas jalan nasional terutama di kawasan ringroad Jogja juga dinilai masih belum optimal.
Pemerintah daerah saat ini berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) untuk mempercepat perbaikan penerangan jalan agar mobilitas masyarakat selama mudik Lebaran di Jogja tetap aman dan nyaman.
“Kalaupun misalnya belum siap, ya mungkin kerjasama dengan Sleman nanti diganti gitu maksudnya. Jangan terlalu saklek. Jadi kan nanti misalnya kemarin sempat di Jombor atau di Ring Road itu mati-mati, tapi dari nasional BPTD bilang nggak punya stok lampu, tapi Sleman punya. Ya sudah nanti ditukar aja diganti, nanti diajukan ke pusat,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

4 hours ago
2

















































