Harianjogja.com, KULONPROGO—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kulonprogo mengeluarkan peringatan bagi para pemudik yang akan melintasi kawasan Bumi Binangun agar meningkatkan kewaspadaan ekstra selama arus mudik Lebaran 2026.
Potensi hujan lebat hingga cuaca ekstrem diprediksi masih akan membayangi wilayah ini, sehingga menuntut kesiapan fisik maupun kendaraan bagi para pengendara yang melintas. Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada mengatakan, selalu menyiagakan tim reaksi cepat (TRC) yang stand by 24 jam.
"Termasuk nanti sampai momen mudik Lebaran tetap akan demikian untuk dapat dengan cepat menindaklanjuti kejadian. Yang perlu diwaspadai karena cuaca ekstrem masih ada untuk para pemudik hati-hati karena banyak jalan-jalan di wilayah Kulon Progo ini yang kondisinya ada yang rusak, bahkan juga ada yang separuh jalan yang longsor," katanya kepada wartawan, Kamis (12/3/2026).
Para pengguna kendaraan pribadi yang menuju Kulonprogo sangat disarankan untuk berkomunikasi aktif dengan sanak keluarga di kampung halaman guna memetakan jalur alternatif yang paling aman.
Hingga saat ini, sejumlah titik infrastruktur jalan kabupaten tercatat masih terdampak musibah tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu.
"Ya, ada beberapa. Kalau tidak salah ada 9 titik jalan kabupaten yang belum bisa ditangani karena kita masih proses, proses pergeseran anggaran untuk perbaikan," ungkapnya.
Kerusakan pada sembilan titik ini menjadi krusial lantaran sering kali menjadi jalur utama bagi warga untuk mencapai pelosok desa atau kampung halaman mereka.
Langkah antisipasi juga tengah dipersiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo melalui skema perbaikan jalan yang disesuaikan dengan kontrak kerja.
“Setelah itu baru kita penanganan di ruas jalan yang kita butuhkan untuk arus mudik. Ada di 12 kapanewon, semuanya ada. Nanti dipilih yang urgen yang memang dia dilewati pemudik,” ujar Kepala DPUPKP Kulonprogo, Didik Wijanarto.
Instansi ini berkomitmen penuh dalam perbaikan jalan berlubang dengan target penyelesaian penambalan pada H-2 Lebaran agar mobilitas masyarakat tetap lancar.
Banyaknya kejadian bencana alam di awal tahun ini diakui berdampak signifikan pada kondisi jalan, terutama di kawasan perbukitan menoreh. Didik pun mengamini, ada sejumlah ruas jalan yang terdampak cuaca ekstrem.
"Kebetulan kan tahun ini juga kita dapat berkah bencana yang banyak. Nah, kita alokasikan untuk penanganan bencana yang merusak jalan. Banyak longsor, ada tebing yang runtuh. Jadi fokus utama di situ dulu," tuturnya.
Prioritas penanganan akan difokuskan pada kerusakan akibat bencana di wilayah utara atau pegunungan yang memiliki risiko kerawanan tinggi bagi para pemudik sebelum kemudian menyasar pada usulan perbaikan jalan reguler lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

6 hours ago
5

















































