Modus APK Berbahaya Mengintai, BRI Minta Nasabah Waspada

6 hours ago 3

Harianjogja.com, JAKARTA— Menjelang libur Lebaran, aktivitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat diperkirakan meningkat. Kondisi ini kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melancarkan berbagai modus penipuan.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengingatkan nasabah agar lebih waspada, khususnya terhadap file mencurigakan yang dikirim dari sumber tidak dikenal.

Modus yang marak terjadi biasanya diawali dengan pesan melalui aplikasi WhatsApp. Pelaku kerap menyamar sebagai pihak resmi dengan menyisipkan narasi meyakinkan serta melampirkan file berformat APK, undangan digital, hingga dokumen yang diklaim sebagai informasi penting seperti resi pengiriman atau layanan perpajakan.

Padahal, file tersebut berpotensi mengandung malware yang dapat merusak perangkat hingga mencuri data pribadi pengguna.

Direktur Information Technology BRI, Saladin Dharma Nugraha Effendi, menjelaskan bahwa ancaman kejahatan digital terus berkembang dan membutuhkan kewaspadaan dari semua pihak.

“Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten,” ujarnya.

Modus APK Bisa Ambil Alih Perangkat

BRI mengungkapkan, ketika file APK dari sumber tidak terpercaya diunduh dan dipasang, aplikasi tersebut dapat meminta berbagai izin akses di perangkat. Celah ini kemudian dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna hingga mengakses layanan keuangan yang tersimpan di ponsel.

Dalam kondisi tertentu, malware bahkan dapat mengambil alih perangkat tanpa disadari pemiliknya.

Karena itu, nasabah diminta untuk tidak sembarangan mengklik tautan atau mengunduh file dari nomor yang tidak dikenal, termasuk yang mengatasnamakan institusi resmi.

Langkah Antisipasi untuk Nasabah

BRI juga memberikan sejumlah langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko kejahatan digital, di antaranya tidak menginstal aplikasi di luar platform resmi serta tidak membagikan pesan mencurigakan kepada pihak lain.

Nasabah juga dianjurkan mengaktifkan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) untuk memperkuat perlindungan akun digital.

Apabila terlanjur mengunduh file mencurigakan, pengguna diminta segera mematikan koneksi internet, baik data seluler maupun Wi-Fi, lalu menghapus aplikasi tersebut dari perangkat.

Langkah berikutnya adalah mengganti username, PIN, serta password akun perbankan seperti BRImo dan email yang terhubung. Reset perangkat ke pengaturan pabrik juga disarankan untuk memastikan tidak ada akses tersembunyi dari pihak lain.

Selain itu, nomor pengirim yang terindikasi penipuan sebaiknya segera diblokir. Jika ditemukan aktivitas mencurigakan pada rekening, nasabah dapat langsung menghubungi layanan Contact BRI di 1500017.

“BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal. Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman,” pungkas Saladin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news