Miftahul Awal Rahman saat Dikukuhkan Jadi Presidium IKAJO Sulsel. (Dok: Ist)
KabarMakassar.com – Miftahul Awal Rahman resmi dikukuhkan sebagai salah satu dari sembilan Presidium Ikatan Keluarga Alumni Jogjakarta (IKAJO) Sulawesi Selatan dalam rangkaian Reuni Akbar dan Pengukuhan Pengurus IKAJO Sulsel yang digelar di Wisma Kagama Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (3/7).
Pengukuhan dilakukan langsung oleh Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, sebagai bentuk pengesahan kepengurusan baru IKAJO Sulsel, organisasi yang menghimpun alumni asal Sulawesi Selatan yang pernah menempuh pendidikan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Miftahul Awal Rahman, yang akrab disapa Songkir, menjadi salah satu figur termuda yang dipercaya mengisi kepemimpinan kolektif IKAJO Sulsel. Keterlibatannya mencerminkan komitmen organisasi dalam menghadirkan regenerasi kepemimpinan melalui kolaborasi antara generasi muda dan para alumni senior.
Ketua IKAMI Sulawesi Selatan Yogyakarta, Gerry Marastico, mengapresiasi komposisi kepengurusan yang melibatkan generasi muda dalam jajaran presidium.
“Kami melihat ini sebagai langkah yang baik dalam membangun regenerasi organisasi. Kehadiran anak muda di jajaran presidium menunjukkan bahwa IKAJO Sulsel memberikan ruang bagi kader-kader muda untuk belajar, berkontribusi, dan berkolaborasi bersama para senior. Sinergi ini penting agar hubungan antara mahasiswa, alumni muda, dan alumni senior semakin kuat,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Demisioner Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Bone Yogyakarta (FKMBY), Muh. Fajar Irfan. Menurutnya, keterwakilan generasi muda menjadi modal penting untuk memperkuat persatuan alumni lintas angkatan.
“IKAJO Sulsel adalah rumah besar seluruh alumni. Karena itu, organisasi ini harus mampu merangkul semua lintas angkatan tanpa sekat. Hadirnya perwakilan anak muda dalam presidium menjadi harapan baru agar komunikasi antargenerasi semakin erat dan organisasi terus berkembang mengikuti dinamika zaman. Saya optimistis kepengurusan ini mampu membangun paguyuban yang semakin inklusif dan menjadi ruang kolaborasi bagi seluruh alumni,” kata Fajar.
Sementara itu, Miftahul mengaku amanah tersebut merupakan kepercayaan besar yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia menilai masih banyak senior yang memiliki pengalaman dan kapasitas lebih untuk mengemban posisi tersebut.
“Sejujurnya saya merasa belum layak berada di posisi ini. Masih banyak senior yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan dedikasi yang jauh lebih besar daripada saya. Namun ketika ini menjadi panggilan untuk mengabdi kepada rumah besar kita, IKAJO Sulsel, maka tidak ada alasan bagi saya untuk menolak,” ujar Miftahul.
Menurutnya, jabatan tersebut bukanlah tujuan, melainkan amanah untuk menjaga keberlanjutan organisasi.
“Saya mengucapkan terimakasih kepada para senior-senior yang telah mempercayai, seyogyanya saya bersedia menerima amanah ini sebagai kesempatan untuk belajar, memperkuat kolaborasi, sekaligus menjadi jembatan antara generasi muda dan para senior. Saya berharap IKAJO Sulsel dapat terus menjadi rumah besar yang mampu menyatukan seluruh alumni lintas angkatan untuk memberikan kontribusi nyata bagi Sulawesi Selatan dan Indonesia,” tambahnya.
Pengukuhan pengurus IKAJO Sulsel menjadi salah satu agenda utama dalam Reuni Akbar IKAJO Sulsel yang dihadiri ratusan alumni dari berbagai generasi. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan tersebut juga menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi serta mendorong peran alumni dalam mendukung pembangunan daerah melalui jejaring, kolaborasi, dan pengabdian kepada masyarakat.


















































