
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi. /Instagram.
Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengecam keras ancaman bom yang terjadi di SDN Srengseng, Jakarta. Peristiwa tersebut dinilai mencederai hak anak untuk memperoleh rasa aman, terlebih terjadi ketika peserta didik baru sedang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Menurut Arifah, sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk memulai perjalanan pendidikan, bukan justru menghadirkan ketakutan maupun trauma.
Arifah menegaskan bahwa ancaman bom di lingkungan sekolah merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi karena berdampak langsung terhadap rasa aman anak.
"Ancaman bom yang terjadi di lingkungan sekolah merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Terlebih, peristiwa ini terjadi pada saat anak-anak, khususnya peserta didik baru, sedang menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. MPLS seharusnya menjadi pengalaman pertama yang membangun rasa aman, percaya diri, dan kebahagiaan anak saat memasuki dunia pendidikan, bukan justru menimbulkan rasa takut dan trauma," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Selasa.
Hak Anak atas Rasa Aman Harus Dilindungi
Menurut Arifah, insiden tersebut mencederai hak anak untuk mendapatkan perlindungan dan rasa aman, terutama pada masa awal mereka mengenal lingkungan sekolah melalui kegiatan MPLS.
Ia menekankan setiap anak berhak memulai pendidikan di lingkungan yang membuat mereka merasa diterima, dilindungi, dan aman. Sekolah, menurutnya, bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang bagi anak untuk tumbuh, mengembangkan potensi, membentuk karakter, serta membangun hubungan sosial yang sehat.
"Anak-anak yang memasuki sekolah untuk pertama kalinya sedang membangun kesan tentang rumah kedua mereka. Mereka berhak disambut dengan lingkungan yang hangat, ramah, dan melindungi. Tidak boleh ada tindakan apa pun yang merusak rasa aman tersebut, apalagi ancaman yang dapat menimbulkan trauma bagi anak," kata Menteri Arifatul Choiri Fauzi.
Apresiasi Respons Cepat Aparat
Kementerian PPPA juga memberikan apresiasi kepada aparat kepolisian, pihak sekolah, pemerintah daerah, serta seluruh pihak yang bergerak cepat menangani situasi dan memastikan keamanan warga sekolah.
Selain itu, Arifah mengapresiasi keberhasilan aparat kepolisian dalam menangkap terduga pelaku ancaman bom. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memulihkan rasa aman di lingkungan pendidikan.
"KemenPPPA juga mengapresiasi aparat kepolisian yang telah berhasil menangkap terduga pelaku ancaman bom. Langkah cepat tersebut menjadi bagian penting dalam memulihkan rasa aman dan memastikan sekolah tetap menjadi tempat yang aman bagi anak untuk belajar dan bertumbuh," kata Arifah Fauzi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































