Menit ke-10 Jadi Momen Penghormatan untuk Lionel Messi

4 hours ago 2

Jumali

Jumali Jum'at, 04 September 2026 07:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Lionel Messi akan mendapatkan penghormatan khusus setelah mengakhiri kariernya bersama tim nasional Argentina. Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) meminta seluruh pertandingan Liga Argentina akhir pekan ini dihentikan sejenak ketika memasuki menit ke-10.

Angka tersebut bukan pilihan sembarangan. Nomor 10 identik dengan Messi selama bertahun-tahun mengenakan seragam La Albiceleste.

Penghentian pertandingan menjadi cara AFA memberikan apresiasi atas kontribusi Messi kepada tim nasional. Wasit yang memimpin pertandingan di Liga Argentina akan menghentikan laga pada menit tersebut.

"Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas karier Lionel Messi bersama tim nasional Argentina, wasit akan menghentikan pertandingan pada menit ke-10 dalam seluruh laga," demikian pernyataan AFA, Jumat (4/9/2026).

AFA juga mengajak pemain, ofisial, serta suporter yang berada di stadion untuk ikut ambil bagian dalam penghormatan tersebut.

Momen ini hadir setelah Messi resmi menyatakan pensiun dari sepak bola internasional pada Senin (31/8/2026). Keputusan tersebut menandai berakhirnya perjalanan salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola Argentina bersama tim nasional.

Pertandingan terakhir Messi bersama Argentina disebut berlangsung ketika La Albiceleste menghadapi Spanyol pada final Piala Dunia 2026, Juli lalu.

Selama membela Argentina, Messi mencatatkan sederet rekor. Ia menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak dalam sejarah tim nasional setelah mengoleksi 207 pertandingan.

Kapten sekaligus ikon Argentina tersebut juga memegang rekor sebagai pencetak gol terbanyak negaranya. Messi mencatatkan 125 gol selama karier internasionalnya.

Keputusan untuk meninggalkan tim nasional sebenarnya bukan kali pertama diambil Messi.

Pada 2016, ia sempat mengumumkan pensiun setelah Argentina kalah dari Chile dalam final Copa America. Messi gagal menuntaskan tugasnya sebagai eksekutor dalam adu penalti pada pertandingan tersebut.

Kekalahan itu memperpanjang penantian Argentina setelah mereka gagal memenangkan empat final dalam rentang sembilan tahun.

Namun, Messi akhirnya berubah pikiran. Ia kembali memperkuat Argentina dan kemudian menjadi bagian penting dari periode paling sukses La Albiceleste dalam beberapa tahun berikutnya.

Messi membantu Argentina meraih dua gelar Copa America serta menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.

Perjalanannya bersama tim nasional dimulai jauh sebelumnya. Messi menjalani debut pada 2005 ketika masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-63 dalam pertandingan melawan Hungaria yang berakhir dengan kemenangan Argentina 2-1.

Dua dekade lebih kemudian, namanya telah melekat kuat dalam sejarah sepak bola Argentina.

Messi juga mengukir catatan impresif di Piala Dunia. Ia telah mencetak 21 gol pada putaran final dan berada di posisi kedua daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen tersebut, menurut data yang dicantumkan dalam naskah sumber.

Di level internasional secara keseluruhan, Messi juga berada di jajaran teratas. Koleksi 125 golnya menempatkannya di posisi kedua daftar pencetak gol internasional sepanjang masa, di bawah Cristiano Ronaldo yang memiliki 146 gol.

Meski lahir di Argentina, Messi tidak pernah menjalani karier klub senior di negara tersebut. Ia meninggalkan Argentina ketika berusia 13 tahun untuk bergabung dengan akademi Barcelona, La Masia.

Sebagian besar karier klubnya kemudian berlangsung di Eropa sebelum melanjutkan perjalanan profesionalnya bersama Inter Miami di Major League Soccer (MLS).

Keputusan Messi mengakhiri karier internasional juga tidak terlepas dari fase personal yang ia jalani. Sebelumnya, ia sempat berbicara mengenai masa depannya setelah sang ayah, Jorge Messi, meninggal dunia pada usia 68 tahun setelah lama sakit.

Pada Agustus lalu, Messi juga mengungkapkan bahwa dirinya sedang mempertimbangkan masa depannya.

Setelah mengumumkan pensiun dari tim nasional, Messi menyebut kepergian sang ayah semakin memperkuat keyakinannya untuk menutup perjalanan bersama Argentina.

Kini, meski tidak lagi mengenakan seragam La Albiceleste, Messi belum meninggalkan sepak bola sepenuhnya. Ia masih melanjutkan karier profesional bersama Inter Miami.

Sementara itu, para pemain dan suporter di Argentina akan mendapatkan kesempatan untuk memberikan penghormatan kepada sang legenda. Ketika pertandingan Liga Argentina memasuki menit ke-10 akhir pekan ini, permainan akan berhenti sejenak untuk mengenang perjalanan panjang Messi bersama tim nasional.

Bagi sepak bola Argentina, satu menit tersebut menjadi simbol penghormatan bagi pemain yang selama lebih dari dua dekade menjadi wajah utama La Albiceleste.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news