Mendikdasmen: Deep Learning Didorong untuk Tingkatkan Minat Baca Siswa

7 hours ago 7

 Deep Learning Didorong untuk Tingkatkan Minat Baca Siswa

Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pendekatan deep learning dapat meningkatkan minat baca, literasi siswa, dan memperkuat peran perpustakaan sekolah. /Antara.

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) menjadi salah satu strategi untuk memperkuat literasi peserta didik. Melalui pendekatan tersebut, siswa didorong lebih aktif membaca, memahami, serta mengulas buku menggunakan bahasa mereka sendiri.

Menurut Abdul Mu'ti, penguatan literasi tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca, tetapi juga membangun keberanian peserta didik dalam mengolah dan menyampaikan kembali informasi yang mereka peroleh.

Siswa Didorong Berani Membaca dan Mereview Buku

Abdul Mu'ti menjelaskan pendekatan deep learning mengajak peserta didik tidak sekadar membaca buku, tetapi juga memahami isi bacaan secara lebih mendalam.

Setelah membaca, siswa didorong untuk membuat ulasan dan menjelaskan kembali isi buku menggunakan bahasa sehari-hari sehingga proses belajar menjadi lebih bermakna.

“Karena itu dalam deep learning, kami dorong agar anak-anak lebih berani untuk membaca buku, mereview buku itu dan menjelaskannya dengan bahasa mereka sendiri,” kata Mendikdasmen Mu'ti dalam kegiatan bertajuk Bedah Buku Bermutu: Presiden Solusi, Problem Solving ala Prabowo Subianto di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Selasa.

Literasi Dikembangkan dari Pengalaman Sehari-hari

Selain melalui aktivitas membaca, pendekatan deep learning juga mengarahkan peserta didik untuk mengeksplorasi lingkungan sekitar dan pengalaman sehari-hari.

Berbagai pengalaman tersebut kemudian diolah menjadi karya, termasuk tulisan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan literasi sekaligus menyediakan ruang bagi siswa untuk berekspresi.

Menurut Abdul Mu'ti, proses tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan belajar yang lebih aktif, kreatif, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.

Perpustakaan Diharapkan Lebih Berperan

Mendikdasmen menilai keberhasilan penerapan pembelajaran mendalam juga bergantung pada optimalisasi fungsi perpustakaan di lingkungan sekolah.

Karena itu, pemerintah berkomitmen memperkuat peran perpustakaan agar tidak hanya menjadi fasilitas pelengkap dalam memenuhi persyaratan akreditasi.

“Kami berkomitmen agar perpustakaan tidak sekadar menjadi ruang yang sering kali hanya ada di sudut sekolah, yang kadang-kadang hanya memenuhi persyaratan akreditasi belaka,” ujarnya.

Penguatan Pustakawan Jadi Bagian Ekosistem Belajar

Sejalan dengan penguatan fungsi perpustakaan, Abdul Mu'ti juga menekankan pentingnya memperkuat formasi pustakawan di lingkungan pendidikan.

Keberadaan pustakawan dinilai berperan penting dalam mendukung aktivitas belajar siswa sekaligus menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih aktif dan kreatif.

Ia menegaskan penguatan perpustakaan dan pustakawan merupakan bagian dari upaya membangun sistem pembelajaran yang semakin berpusat pada peserta didik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news