Jumali Selasa, 07 Juli 2026 20:57 WIB
Harianjogja.com, JOGJA— Menjadi adik seorang legenda hidup di dunia balap MotoGP ternyata bukanlah jalan mulus yang penuh bunga. Itulah yang dirasakan langsung oleh Alex Marquez, adik kandung dari juara dunia delapan kali, Marc Marquez.
Di balok start, ia memang saudara sang juara, namun di mata publik, bayang-bayang sang kakak kerap menghantuinya setiap kali ia mengenakan helm.
Sejak naik kelas ke MotoGP pada 2020, berbagai sentimen negatif kerap menyapanya. Yang paling menyakitkan, tidak sedikit yang menyebut bahwa Alex bisa berada di grid MotoGP hanya karena "mendompleng" nama besar Marc Marquez. Lantas, bagaimana rasanya menjalani kehidupan sebagai "adik dari" seorang ikon balap?
Alex Marquez tidak memungkiri bahwa ada sisi enak dan tidak enak dari statusnya. Namun, jika ditimbang, pahitnya kerap lebih terasa. Dalam pengakuannya yang blak-blakan kepada Motosan, Selasa (7/7/2026), pembalap asal Spanyol itu mengungkapkan bahwa menjadi adik Marc selalu membawa tekanan ekstra.
"Menjadi adik Marc akan selalu memberi Anda lebih banyak tekanan. Orang-orang akan melihat hal-hal positif dan hal-hal negatif, dan jujur saja itu negatif," ungkap Alex dengan jujur.
Baginya, beban mental di dalam dan luar lintasan seringkali lebih berat daripada tekanan membalap itu sendiri.
Padahal, jika melihat rekam jejaknya, Alex Marquez bukanlah pembalap sembarangan. Ia adalah salah satu dari sedikit pembalap di dunia yang mampu meraih gelar juara dunia di dua kelas berbeda, yaitu Moto3 (2014) dan Moto2 (2019).
Prestasi ini jelas bukan hasil dari "domplengan" nama keluarga, melainkan buah dari kerja keras dan bakat yang ia miliki. Namun, fakta bahwa ia seringkali dibandingkan dengan sang kakak yang telah meraih delapan gelar juara dunia membuat setiap pencapaiannya terasa kurang istimewa di mata sebagian penggemar.
Pindah
Musim 2026 ini menjadi tahun terakhirnya bersama sang kakak di bawah naungan pabrikan yang sama, Ducati. Alex Marquez telah memutuskan untuk memulai lembaran baru dengan bergabung ke tim Red Bull KTM melalui kontrak multitahun mulai MotoGP 2027.
Ini adalah kedua kalinya ia memilih jalan yang berbeda dari Marc, dan baginya ini adalah angin segar yang sangat ia tunggu-tunggu. Menjelang perpisahan ini, Alex mengaku ada beban yang perlahan terangkat dari pundaknya, termasuk setelah ia berhasil menjadi runner up MotoGP 2025 lalu.
"Anda tahu, banyak orang berkata, 'Dia akan tampil bagus dalam tiga balapan dan kemudian dia tidak akan kembali'," keluh Alex.
"Bersaing secara konsisten sepanjang tahun sangat penting bagi saya, dan ya, itu seperti beban yang terangkat dari pundak saya," tegasnya. Ia telah membuktikan bahwa namanya layak bersinar di kelas premier tanpa harus bergantung pada nama besar keluarganya.
Di sisi lain, sang kakak, Marc Marquez, dipastikan tetap bertahan di Ducati Lenovo hingga 2028. Pertanyaan besarnya kini adalah: akankah persaingan antara kedua bersaudara ini semakin sengit ketika Alex berpindah ke KTM?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
3

















































