Jumali Selasa, 07 Juli 2026 22:37 WIB

Foto ilustrasi judi online. - Foto dibuat menggunakan Artificial Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA—Kepolisian Vietnam membongkar dua jaringan judi online berskala besar dengan nilai transaksi mencapai US$133 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Dalam operasi yang berlangsung sejak akhir Juni 2026, sebanyak 85 orang ditangkap karena diduga terlibat dalam jaringan perjudian ilegal yang beroperasi secara terorganisasi.
Pengungkapan kasus tersebut dilakukan di Kota Ho Chi Minh dan menjadi salah satu penindakan terbesar terhadap praktik judi online di Vietnam dalam beberapa tahun terakhir. Nilai transaksi yang terungkap menunjukkan besarnya perputaran uang yang terjadi melalui platform perjudian ilegal di negara tersebut.
Dilansir dari AFP, Selasa (7/7/2026) berdasarkan hasil penyelidikan, kedua sindikat diduga memiliki struktur organisasi yang tersusun rapi dengan pembagian peran yang jelas dari tingkat pengelola hingga anggota.
Aparat menemukan bahwa para pemimpin jaringan memperoleh akun taruhan tingkat master dari pihak yang berada di Kamboja. Akun tersebut kemudian dipecah menjadi sejumlah akun agen dan anggota yang digunakan untuk menjangkau para pemain secara daring.
Skema tersebut memungkinkan jaringan memperluas operasinya sekaligus mengendalikan aktivitas perjudian secara berlapis. Dari hasil penyelidikan sementara, aktivitas tersebut telah berlangsung sejak Oktober tahun lalu.
Selama periode tersebut, total transaksi yang tercatat mencapai US$133 juta atau sekitar Rp2,3 triliun. Nilai itu menjadi salah satu indikator besarnya pasar perjudian ilegal yang masih beroperasi meski mendapat pengawasan ketat dari aparat.
Kasus ini juga muncul di tengah meningkatnya aktivitas perjudian selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026.
Kementerian Keamanan Publik Vietnam melaporkan bahwa dalam 20 hari pertama turnamen tersebut, aparat telah membongkar 73 kasus perjudian di berbagai wilayah negara itu.
Dari rangkaian operasi tersebut, sebanyak 346 orang ditangkap karena diduga terlibat dalam praktik perjudian ilegal dan taruhan sepak bola.
Kolonel Bui Tuan Anh dari Kementerian Keamanan Publik Vietnam menyebut nilai transaksi dalam berbagai kasus yang diungkap mencapai ribuan miliar dong atau setara ratusan juta dolar Amerika Serikat.
Meski perjudian online dilarang di Vietnam, praktik tersebut masih ditemukan dan kerap meningkat saat berlangsungnya ajang olahraga internasional yang menarik perhatian publik dalam jumlah besar.
Kondisi tersebut mendorong aparat meningkatkan pengawasan terhadap berbagai platform perjudian yang memanfaatkan momentum pertandingan olahraga untuk menarik pemain baru.
Pengungkapan dua sindikat besar di Kota Ho Chi Minh menunjukkan bahwa pemerintah Vietnam masih menjadikan pemberantasan judi online sebagai salah satu fokus penegakan hukum, terutama ketika aktivitas taruhan meningkat selama kompetisi olahraga berskala global.
Kasus ini juga memperlihatkan bagaimana jaringan perjudian daring dapat berkembang lintas negara melalui penggunaan akun, sistem distribusi agen, serta transaksi digital yang sulit dilacak apabila tidak disertai pengawasan dan penindakan yang intensif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
3

















































