
Mazda 6e yang dijual di Australia. (ANTARA/mazda)
Harianjogja.com, JAKARTA— Mobil listrik terbaru Mazda, Mazda 6e, mulai menunjukkan tanda-tanda kehadirannya di pasar global. Gelombang pertama unit produksi versi setir kanan (RHD) dilaporkan telah tiba di Thailand, menandai kesiapan peluncuran resmi model ini pada Juli 2026.
Kemunculan Mazda 6e di Pelabuhan Laem Chabang, dekat Pattaya, menjadi penampakan publik pertama untuk varian produksi dengan konfigurasi setir kanan. Sebanyak 500 unit dilaporkan telah mendarat, memperkuat sinyal ekspansi Mazda ke pasar negara-negara dengan sistem kemudi kanan.
Siap Masuk Indonesia dan Asia Tenggara
Selain Thailand dan Australia sebagai pasar awal, Mazda juga telah mengonfirmasi kehadiran 6e di sejumlah negara lain seperti Inggris, Singapura, Hong Kong, hingga Indonesia. Hal ini membuka peluang besar bagi konsumen Tanah Air untuk segera merasakan sedan listrik terbaru dari pabrikan Jepang tersebut.
Model ini diproduksi di pabrik patungan Changan-Mazda di Nanjing, China, dengan nama lokal Mazda EZ-6. Untuk pasar global, Mazda mengusung nama 6e dengan fokus pada teknologi kendaraan listrik murni (EV).
Teknologi Kolaborasi Mazda dan Changan
Mazda 6e dibangun menggunakan platform EPA1 milik Changan yang juga digunakan pada beberapa model seperti Deepal SL03 dan L07. Platform ini memungkinkan efisiensi tinggi serta performa optimal untuk kendaraan listrik modern.
Meski berbasis teknologi Changan, Mazda tetap mempertahankan karakter berkendara khasnya melalui filosofi "Jinba-Ittai", yaitu kesatuan antara pengemudi dan kendaraan.
Spesifikasi dan Performa
Mazda 6e hadir dengan sejumlah pilihan baterai yang dikembangkan bersama CATL-Changan. Versi terbaru untuk pasar setir kanan kini mengusung baterai LFP berkapasitas 78 kWh yang diklaim mampu menempuh jarak hingga 560 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Sebelumnya, model ini juga tersedia dengan baterai 56,1 kWh dan 68,8 kWh yang menawarkan jarak tempuh hingga 600 km berdasarkan standar CLTC.
Tenaga mobil disalurkan melalui motor listrik tunggal ke roda belakang dengan output sekitar 190 kW atau setara 255 hp, memberikan performa responsif sekaligus efisiensi energi.
Harga dan Posisi Pasar
Di pasar China, Mazda EZ-6 dibanderol mulai 150.800 yuan atau sekitar Rp398 juta. Namun, untuk pasar global seperti Inggris, harga melonjak hingga sekitar Rp923 juta, mencerminkan penyesuaian fitur dan pajak di masing-masing negara.
Meski harganya kompetitif di China, performa penjualan masih tergolong moderat dengan pengiriman sekitar 1.833 unit pada Mei 2026.
Dimensi dan Kenyamanan
Mazda 6e memiliki dimensi cukup besar dengan panjang hampir 5 meter, serta wheelbase 2.900 mm yang menjanjikan ruang kabin lega. Suspensi MacPherson di depan dan multi-link di belakang dirancang untuk menjaga kenyamanan sekaligus stabilitas berkendara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
1

















































