Kolaborasi Dua Budaya Hadir lewat Wayang dan Orkestra

7 hours ago 3

Kolaborasi Dua Budaya Hadir lewat Wayang dan Orkestra

Gubernur DIY Sri Sultan HB X (tengah) bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (lima dari kanan) saat menghadiri konser Melbourne Symphony Orchestra di Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma, Kota Jogja, Kamis (16/7) malam.

JOGJA - Suara biola dan cello perlahan memenuhi Auditorium Driyarkara Universitas Sanata Dharma, Kamis (16/7) malam. Namun, konser Melbourne Symphony Orchestra (MSO) kali ini tidak hanya menyajikan komposisi musik klasik, melainkan juga mempertemukan warisan budaya Jawa, wayang, dengan orkestra simfoni dalam satu panggung.

Gelaran ini menandai satu dekade kerja sama budaya antara Pemda DIY dan MSO. Di hadapan ribuan penonton, termasuk Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, karya kolaboratif bertajuk Dharma dipentaskan untuk pertama kalinya.

Komposisi garapan komposer Indonesia Vishnu Satyagraha dan komposer Australia Thomas Green tersebut memadukan musik orkestra, instrumen tradisional, serta pertunjukan wayang.

Konser bertajuk A Decade: A Deeper Understanding itu sekaligus menjadi pembuka rangkaian Bulan Warisan Dunia DIY. Pertunjukan tersebut menjadi puncak kerja sama seni dan budaya antara DIY dan Victoria yang telah berlangsung selama 10 tahun.

Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, S.S., M.A., mengatakan kolaborasi tersebut merupakan implementasi kerja sama sister province antara DIY dan Victoria, Australia. Selama satu dekade, program itu tidak hanya menghadirkan konser, tetapi juga melahirkan musisi orkestra hingga pengelola seni pertunjukan yang kini berkiprah di tingkat nasional maupun internasional.

"Konser ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan yang meliputi Youth Music Camp, Art Management Workshop, Management Implementation, dan Music Composition Workshop," ujarnya, Kamis (16/7).

Menurut Dian, tema A Decade: A Deeper Understanding dipilih bukan sekadar menandai usia kerja sama yang telah mencapai 10 tahun. Tema tersebut juga mencerminkan semakin dalamnya pemahaman budaya antara kedua pihak sekaligus menjadi pengingat bahwa seni merupakan jalan untuk membentuk manusia yang lebih baik.

Konser itu juga menandai pembukaan Bulan Warisan Dunia DIY. Dalam beberapa waktu ke depan, berbagai agenda budaya akan digelar, termasuk Jogja World Heritage Festival.

Dian menilai kehadiran wayang bersama orkestra menjadi simbol perjumpaan dua tradisi budaya yang berbeda, tetapi mampu melahirkan karya baru. Gagasan itu diwujudkan melalui pementasan Dharma yang memadukan musik simfoni dengan wayang sebagai warisan budaya dunia yang telah diakui UNESCO.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyebut perjalanan 10 tahun kolaborasi Yogyakarta dan Victoria telah melahirkan banyak karya yang mempererat hubungan kedua wilayah. Menurutnya, tema A Decade: A Deeper Understanding menjadi refleksi bahwa dua tradisi seni yang tampak berbeda sesungguhnya dapat saling melengkapi.

"Wayang bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan. Kini, tantangan itu berdialog dengan orkestra," katanya.

Metafora Keberagaman

Sultan HB X mengibaratkan orkestra sebagai metafora keberagaman. Setiap instrumen memiliki karakter yang berbeda, tetapi mampu menyatu menghasilkan harmoni ketika dimainkan dalam satu komposisi, sebagaimana dalang menghidupkan beragam tokoh wayang menjadi satu lakon yang utuh.

Chief Operating Officer (COO) Melbourne Symphony Orchestra, Suzanne Dembo, mengaku terkesan dengan rangkaian kegiatan selama sepekan terakhir, mulai dari lokakarya manajemen seni, workshop komposisi, hingga pembinaan musisi muda yang melibatkan komunitas dan para alumni program.

Ia menyebut kerja sama dengan DIY menjadi salah satu program internasional yang paling berkelanjutan dan bermakna bagi MSO. Baginya, musik telah menjadi bahasa yang memungkinkan kedua pihak saling belajar sekaligus memperdalam pemahaman budaya selama satu dekade terakhir.

"Makna nyata dari pemahaman yang lebih mendalam adalah bagaimana musik dapat menyatukan kita," ujar Dembo.

Seusai menikmati pertunjukan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut mengapresiasi kualitas penampilan para musisi. Sambil tersenyum dan mengacungkan jempol, ia mengaku terkesan dengan perpaduan musik yang disajikan.

"Waktu muda pernah nonton, tapi yang sekarang ini mainnya bagus, halus banget, musiknya juga bagus," ucap Purbaya.(Avvertorial)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Ujang Hasanudin

Ujang Hasanudin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news