
Foto Ilustrasi. /Solopos-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, KULONPROGO—Perbukitan Menoreh di Kabupaten Kulonprogo bersiap memiliki magnet wisata baru. Giri Sembung di Kalurahan Banjarasri, Kapanewon Kalibawang, akan diperkenalkan sebagai spot take-off paralayang baru di Pulau Jawa melalui Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Paralayang Cakrawala Nusantara Seri I 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada awal September 2026. Kehadiran fasilitas aero sport ini diharapkan mampu memperkuat sport tourism sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Penyelenggaraan Kejurnas Paralayang yang didukung Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (Danais DIY) tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kulonprogo dalam menghadirkan wisata berkualitas atau quality tourism di kawasan Perbukitan Menoreh dengan mengedepankan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo, Sutarman, mengatakan pelaksanaan Kejurnas Paralayang masih bersifat tentatif. Agenda tersebut direncanakan berlangsung pada akhir Agustus 2026 atau pada 3 hingga 5 September 2026 dengan menggandeng Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Pengurus Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Paralayang ini akan dilaksanakan tadi masih tentatif jadwalnya, masih bisa berubah, itu di awal September, 3 sampai 5 September 2026. Ini kejuaraan nasional kita mengundang beberapa klub Aero Sport Indonesia," katanya kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).
Menurut Sutarman, penyelenggaraan Kejurnas Paralayang tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kulonprogo. Pemerintah daerah juga ingin mendorong terciptanya wisata berkualitas yang memberikan manfaat ekonomi lebih luas bagi masyarakat di sekitar lokasi wisata.
Konsep quality tourism yang dikembangkan di Perbukitan Menoreh tidak semata-mata diukur dari jumlah wisatawan yang datang. Dampak ekonomi yang ditimbulkan melalui perputaran usaha masyarakat menjadi salah satu indikator penting yang ingin dicapai dalam pengembangan destinasi wisata tersebut.
"Event berskala nasional ini sekaligus menandai diresmikannya Giri Sembung, Kulonprogo sebagai spot take-off paralayang baru di Pulau Jawa," tambah Sutarman.
Kejurnas Paralayang Cakrawala Nusantara Seri I 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi Giri Sembung yang selama ini belum banyak dikenal publik. Kepala Bidang Paralayang FASI Daerah Istimewa Yogyakarta, Alfari Widyasmara, menjelaskan pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada potensi geografisnya yang dinilai sangat mendukung olahraga paralayang.
Selama ini, olahraga paralayang di Jogja lebih identik dengan kawasan pesisir, terutama di Pantai Parangtritis. Kehadiran Giri Sembung di kawasan perbukitan diharapkan dapat menghadirkan alternatif baru bagi pengembangan olahraga dirgantara sekaligus wisata petualangan di Pulau Jawa.
"Kami memilih tempat ini memang untuk memperkenalkan tempat baru untuk olahraga dan wisata paralayang. Kalau tahun lalu Kejurnas Cakrawala Nusantara diadakan empat seri di luar Jawa, tahun ini seri pertamanya kami bawa ke Pulau Jawa, dan Kulonprogo khususnya Giri Sembung mendapat kehormatan tersebut," ucapnya.
Pengembangan Giri Sembung juga dirancang untuk memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat lokal. Seluruh rantai operasional wisata paralayang melibatkan warga setempat, mulai dari layanan transportasi, sekretariat kegiatan, kru lapangan, hingga tenaga teknis yang bertugas melipat parasut dan memasangkan sabuk pengaman atau harness.
Warga yang terlibat sebelumnya telah mendapatkan pelatihan intensif dan mengikuti program sertifikasi pemandu wisata yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo sejak dua tahun terakhir.
Alfari mencontohkan salah satu warga lokal bernama Prio yang kini menjadi agen wisata tandem paralayang secara mandiri. Dalam sehari, Prio mampu mendatangkan hingga 10 wisatawan yang ingin mencoba sensasi terbang tandem di kawasan tersebut.
"Mas Prio itu sekarang sangat aktif, per hari dia bisa membawa sampai 10 tamu wisata tandem. Agen-agen lokal seperti beliau mendapatkan fee yang lumayan, dan aktivitas ini juga berkontribusi aktif terhadap pendapatan Bumdes setempat," tandas Alfari.
Melalui penyelenggaraan Kejurnas Paralayang Cakrawala Nusantara Seri I 2026, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo berharap Giri Sembung dapat berkembang menjadi destinasi sport tourism unggulan di Perbukitan Menoreh yang tidak hanya menarik wisatawan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

3 hours ago
1

















































