
Ilustrasi ketahanan pangan. Antara/Adeng Bustomi/wsj.\r\n
Harianjogja.com, BANTUL—Program ketahanan pangan di lingkungan sekolah mulai diperkuat di Kabupaten Bantul sebagai upaya mengenalkan dunia pertanian kepada generasi muda sejak dini. Sekolah didorong memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menghasilkan pangan sehat sekaligus menjadi sarana pembelajaran bagi para siswa.
Keberhasilan SMP Negeri 2 Pundong memanen sejumlah tanaman hortikultura menjadi salah satu contoh penerapan program tersebut. Selain menghasilkan produk pangan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian pelajar terhadap pentingnya ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian di masa depan.
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul terus mendorong sekolah-sekolah mengembangkan kebun produktif sesuai potensi lahan yang dimiliki. Program ini tidak hanya menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah, tetapi juga diarahkan untuk membangun kesadaran siswa mengenai proses produksi pangan.
Ketua Komisi A DPRD Bantul, Jumakir, mengatakan sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan pemahaman mengenai ketahanan pangan kepada generasi muda. Menurutnya, pembelajaran melalui praktik bertani secara langsung memberikan pengalaman yang tidak diperoleh siswa hanya dari ruang kelas.
"Satu di antara sekolah yang sudah menerapkan program tersebut yakni di SMP Negeri 2 Pundong. Melalui pemanfaatan lahan kosong di sekolah, kami ingin anak-anak memahami proses hulu ke hilir dari apa yang mereka konsumsi sehari-hari," ujar Jumakir, Jumat (17/7/2026).
Ia menilai SMP Negeri 2 Pundong telah berhasil mengimplementasikan program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang ada di lingkungan sekolah. Hasilnya mulai terlihat dari panen berbagai tanaman hortikultura, seperti terong dan tomat, yang ditanam dan dirawat oleh para siswa bersama guru.
Menurut Jumakir, keterlibatan siswa sejak proses penanaman hingga panen menjadi nilai penting dalam program tersebut. Pengalaman langsung di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan pemahaman bahwa menghasilkan bahan pangan membutuhkan proses, ketekunan, dan tanggung jawab.
Melalui kegiatan bercocok tanam, para pelajar juga diperkenalkan pada pentingnya menjaga ketersediaan pangan yang aman dan berkualitas. Pembelajaran semacam ini diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan rumah masing-masing.
Ia mengapresiasi semangat para siswa yang secara aktif merawat tanaman hingga berhasil dipanen. Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat menjadi bekal untuk membangun kepedulian terhadap ketahanan pangan sejak usia sekolah.
Selain menjadi media pembelajaran, program ketahanan pangan di sekolah dinilai sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang memberikan perhatian besar terhadap upaya menjaga ketersediaan pangan nasional.
Karena itu, Jumakir berharap keberhasilan SMP Negeri 2 Pundong dapat menginspirasi sekolah lain di Bantul untuk mengembangkan program serupa.
"Saya harap, program seperti ini banyak dicontoh oleh sekolah-sekolah lain dan siswa yang menerapkan ketahanan pangan bisa mengaplikasikan di lingkungan rumah masing-masing," katanya.
Lebih jauh, ia menilai kegiatan bercocok tanam di sekolah juga menjadi salah satu cara memperkenalkan dunia pertanian kepada generasi muda. Langkah tersebut dinilai penting mengingat Kabupaten Bantul selama ini dikenal sebagai salah satu daerah dengan kawasan pertanian yang cukup luas dan menjadi pemasok berbagai komoditas pangan.
Melalui pembelajaran sejak bangku sekolah, DPRD Bantul berharap muncul minat generasi muda untuk tetap mengenal bahkan menekuni sektor pertanian pada masa mendatang sehingga regenerasi petani dapat terus berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, Nugroho Eko Setyanto, mengatakan program ketahanan pangan di sekolah mendapat dukungan dari berbagai pihak, mulai dari Bupati Bantul, DPRD Bantul, hingga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul.
Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi modal penting agar pendidikan mengenai ketahanan pangan dapat diperluas ke sekolah-sekolah lain di Bantul.
"Kami juga sudah melaksanakan kegiatan literasi pertanian untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai ketahanan pangan. Kami juga mengapresiasi SMP Negeri 2 Pundong yang telah mampu melaksanakan program ketahanan pangan ini," ujar Nugroho.
Ia menjelaskan literasi pertanian tidak hanya diberikan melalui materi pembelajaran di kelas, tetapi juga diwujudkan melalui praktik langsung di lingkungan sekolah. Dengan cara tersebut, siswa diharapkan memperoleh pengalaman nyata mengenai budi daya tanaman, pengelolaan lahan, hingga pentingnya menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Pemkab Bantul berharap semakin banyak sekolah yang mengembangkan kebun produktif sebagai bagian dari proses pembelajaran sehingga manfaat program ketahanan pangan dapat dirasakan lebih luas oleh generasi muda di Kabupaten Bantul.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

6 hours ago
4

















































