Ketua Paguyuban Prediksi Puncak Belanja Lebaran Beringharjo pada H-3

10 hours ago 6

Ketua Paguyuban Prediksi Puncak Belanja Lebaran Beringharjo pada H-3 Andong melintas di depan Pasar Beringharjo Jogja. - Harian Jogja/Yosef Leon

Harianjogja.com, JOGJA—Aktivitas perdagangan di Pasar Beringharjo, Jogja mulai menunjukkan pergerakan positif pada segmen pakaian muslim dan perlengkapan ibadah menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Meski demikian, geliat belanja secara keseluruhan di pasar bersejarah ini belum sepenuhnya merata karena daya beli masyarakat yang dinilai masih cukup terbatas.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo, Bintoro, mengungkapkan bahwa fokus utama para pembeli saat ini tertuju pada busana lebaran. Sebaliknya, komoditas batik yang biasanya menjadi primadona justru mengalami penurunan permintaan karena minimnya kunjungan wisatawan dari luar daerah pada awal Ramadan.

“Kalau sekarang ini kondisinya [penjualan batik] dengan hari-hari biasa saja malah mending hari-hari biasa karena juga masih ada pembeli dari luar kota,” ujar Bintoro saat ditemui di Pasar Beringharjo, Senin (9/3/2026). Ia menjelaskan bahwa sekitar 90 persen pengunjung saat ini masih didominasi oleh warga lokal Jogja dan sekitarnya.

Puncak lonjakan pembelian pakaian muslim diperkirakan baru akan terjadi pada H-4 hingga H-3 lebaran. Sementara itu, untuk komoditas batik dan oleh-oleh khas Jogja lainnya, masa keemasan diprediksi baru akan muncul saat arus balik, yakni mulai H+3 hingga sepekan setelah hari raya, seiring dengan masuknya pemudik dan wisatawan ke wilayah DIY.

Terkait dengan proyeksi penjualan dibanding tahun sebelumnya, Bintoro mengaku belum berani memastikan adanya kenaikan signifikan. Kondisi ekonomi yang lesu serta banyaknya musibah di berbagai daerah menjadi faktor penghambat. Namun, ia tetap optimis keramahtamahan serta harga barang yang kompetitif tetap menjadi daya tarik utama bagi konsumen untuk kembali berbelanja.

"Banyakan kalau sudah merasakan di Jogja ingin balik lagi ke Jogja karena melihat keramahtamahan Jogja juga suasana di Jogja," tuturnya.

Di sisi lain, adaptasi digital mulai dilakukan oleh para pedagang Pasar Beringharjo dengan merambah sistem penjualan daring guna memperluas jangkauan pasar di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian dinamis.

Meski tren belanja online terus berkembang, Bintoro menilai faktor kemantapan dalam memegang fisik barang secara langsung tetap menjadi keunggulan belanja luring.

Menurutnya, kepercayaan pelanggan sering kali terbangun dari kunjungan langsung yang kemudian berlanjut pada pemesanan jarak jauh karena konsumen sudah memahami kualitas produk yang ditawarkan oleh para pedagang di pusat perbelanjaan tertua di Jogja tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news