Kemnaker Cek Kesehatan Sopir Bus untuk Tekan Risiko Human Error

5 hours ago 4

Kemnaker Cek Kesehatan Sopir Bus untuk Tekan Risiko Human Error Tenaga Kerja. / Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA-Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) secara resmi menerjunkan Tim Penguji Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk melakukan inspeksi kesehatan terhadap pengemudi angkutan mudik.

Fokus utama dari pemeriksaan ini adalah memantau kondisi fisik serta mendeteksi dini risiko kelelahan para sopir bus dan kendaraan travel yang bertugas di jalur-jalur mudik utama di seluruh Indonesia.

Langkah proaktif ini menyasar enam titik pemantauan strategis yang meliputi terminal, pool transportasi, hingga perusahaan penyelenggara mudik bersama di Jakarta, Bekasi, Bandung, Surabaya, Medan, dan Samarinda.

Dengan jangkauan wilayah yang luas, pemerintah ingin memastikan bahwa pilar utama keselamatan transportasi—yakni kesiapan sumber daya manusia—berada dalam standar keamanan yang ketat sebelum menempuh perjalanan jarak jauh.

“Penilaian ini bertujuan untuk memastikan pengemudi dalam kondisi prima. Hal ini penting karena faktor pengemudi atau manusia (human error) akibat kelelahan perjalanan jarak jauh dengan durasi kerja panjang menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas,” kata Direktur Jenderal Binwasnaker & K3 Kemnaker, Ismail Pakaya, dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Tim ahli di lapangan melakukan serangkaian prosedur medis dan administratif, mulai dari identifikasi pola sif kerja, evaluasi waktu istirahat, hingga pemeriksaan kesehatan fisik dasar bagi para pengemudi. Proses evaluasi ini sangat krusial mengingat durasi kerja yang panjang selama masa Lebaran sering kali memaksa tubuh pengemudi melampaui batas kemampuan fisiologis yang normal.

Selain melakukan pengetesan fisik, Kemnaker juga memberikan edukasi mendalam kepada para operator transportasi mengenai manajemen kelelahan kerja.

Edukasi ini memberikan pemahaman teknis bahwa kewaspadaan seseorang akan menurun secara drastis jika tidak dikelola dengan waktu jeda istirahat yang cukup, terutama saat menghadapi kepadatan arus lalu lintas yang ekstrem.

Upaya ini merupakan perwujudan dari pendekatan promotif dan preventif dalam penerapan standar K3 pada sektor transportasi darat nasional.

Dengan menekankan pada pengendalian faktor manusia, Kemnaker optimistis bahwa angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan seminimal mungkin melalui kesiapan fisik pengemudi yang tetap waspada dan bugar sepanjang perjalanan.

Sinergi lintas sektoral antara Kemnaker, Kementerian Perhubungan, dan jajaran pemerintah daerah menjadi kunci suksesnya pengawasan keselamatan mudik tahun ini.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi juga membangun kesadaran permanen bagi para operator bus mengenai pentingnya perlindungan tenaga kerja dan keselamatan penumpang sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan.

Melalui ikhtiar bersama ini, masyarakat diharapkan dapat pulang ke kampung halaman dengan perasaan tenang dan jaminan keamanan yang lebih baik.
Pengemudi yang sehat, bugar, dan terbebas dari beban kelelahan kerja menjadi faktor penentu utama bagi jutaan pemudik untuk bisa sampai di tujuan dengan selamat dan nyaman guna merayakan hari kemenangan bersama keluarga tercinta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber : Antara

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news