Kasus Pengamen Meninggal di Padang, Satpol PP: Tidak Ada Pemukulan

15 hours ago 5

Hayati Sumbar

KLIKPOSITIF- Kasus kematian Karim Sukma Satria (31), seorang pengamen di kawasan Pasar Raya Padang yang diduga orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan.

Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra, menegaskan bahwa proses penertiban terhadap korban telah dilakukan sesuai prosedur operasi standar (SOP) tanpa adanya tindakan kekerasan dari petugas.

“Saya menegaskan dan memastikan selama penertiban berlangsung tidak ada pemukulan atau tindak kekerasan terhadap yang bersangkutan,” ujarnya dalam keterangan pers, Kamis (2/4/2026).

Karim diketahui meninggal dunia pada Rabu (25/3/2026) sore di RSJ Prof Dr HB Saanin Padang, dua hari setelah diamankan oleh Satpol PP. Sebelum dirujuk ke rumah sakit jiwa tersebut, korban sempat dititipkan oleh Satpol PP bersama Dinas Sosial (Dinsos) Kota Padang.

Berdasarkan keterangan Satpol PP, peristiwa bermula saat petugas yang tergabung dalam BKO dan Satgas Pasar Raya melaksanakan apel pagi, Senin (23/3/2026), di Pos Pengamanan Simpang Trenshop. Saat itu, korban dilaporkan berteriak dan mengamuk di sekitar lokasi.

Petugas kemudian mengamankan korban ke pos untuk menenangkan situasi. Namun, tidak lama berselang, korban kembali keluar dan dilaporkan membawa senjata tajam serta kembali mengamuk di kawasan tersebut.

Baca Juga

Solol

Mendapat laporan itu, petugas kembali melakukan penertiban. Senjata tajam yang dibawa korban berhasil diamankan, sementara korban kembali dibawa ke pos pengamanan dengan kondisi tangan diikat guna mencegah tindakan berbahaya.

Sekitar pukul 10.00 WIB, korban kemudian dibawa menggunakan kendaraan operasional ke Dinas Sosial. Namun karena hari libur, pelayanan tidak aktif sehingga petugas berkoordinasi untuk merujuk korban ke RSJ Prof Dr HB Saanin.

Sekitar pukul 10.59 WIB, korban tiba di rumah sakit dan diserahkan kepada pihak medis untuk penanganan lebih lanjut. Hingga kini, pihak berwenang masih mendalami penyebab kematian korban.

“Sampai di RSJ HB Sanin dan kita menyerahkan yang bersangkutan kepada pihak rumah sakit, setelah tim kembali turun dan melakukan kegiatan lainnya,” ujarnya.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news