Jumali Rabu, 24 Juni 2026 09:57 WIB

Kanada vs Swiss/Instagram: Swissnatimen
Harianjogja.com, JOGJA— Pertarungan memperebutkan status juara Grup B Piala Dunia 2026 akan tersaji saat Kanada menghadapi Swiss di Stadion BC Place, Vancouver, Kamis (25/6/2026) dini hari WIB. Kedua tim datang dengan modal yang sama kuat setelah mengumpulkan empat poin dari dua pertandingan, tetapi Kanada untuk sementara berada di puncak klasemen berkat keunggulan selisih gol.
Pertandingan ini menjadi sangat penting karena hasilnya akan menentukan posisi akhir klasemen grup. Kanada hanya membutuhkan hasil imbang untuk mempertahankan posisi teratas, sedangkan Swiss mengincar kemenangan demi merebut puncak klasemen sekaligus melanjutkan tren positif mereka di ajang Piala Dunia.
Meski tampil meyakinkan pada laga sebelumnya, Kanada menghadapi tantangan besar menjelang pertandingan penentuan ini. Gelandang andalan mereka, Ismael Kone, dipastikan tidak dapat melanjutkan turnamen setelah mengalami patah kaki saat laga melawan Qatar yang berakhir dengan kemenangan telak 6-0.
Cedera tersebut terjadi akibat tekel keras pemain Qatar, Assim Madibo. Kone yang selama ini menjadi motor permainan Kanada telah menjalani operasi dan dipastikan absen hingga akhir turnamen.
Penyerang Kanada, Jonathan David, mengakui absennya Kone menjadi kehilangan besar bagi tim.
“Dia berarti segalanya bagi tim ini. Itu adalah momen yang sulit. Namun, kami harus tetap kuat untuknya, dan melakukannya demi dia,” ujar David.
Pelatih Kanada, Jesse Marsch, juga menilai kehilangan Kone akan memengaruhi permainan timnya, terutama dalam menerapkan tekanan tinggi yang selama ini menjadi salah satu kekuatan utama Kanada.
“Semua orang sedikit terguncang oleh seluruh pengalaman ini. Ismael adalah bagian besar dari jantung tim kami. Dia adalah faktor X bagi kami, kami akan merindukannya,” kata Marsch.
Selain masalah Kone, Kanada masih menunggu perkembangan kondisi kapten tim Alphonso Davies. Bek sayap yang menjadi salah satu pemain kunci tersebut belum tampil sepanjang turnamen akibat cedera hamstring. Meski sempat masuk daftar cadangan saat menghadapi Qatar, Davies belum mendapat menit bermain.
Di kubu lawan, Swiss datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menghancurkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor 4-1 pada pertandingan kedua. Tim asal Eropa itu juga memiliki pengalaman yang jauh lebih matang di ajang Piala Dunia.
Swiss tercatat mampu lolos dari fase grup dalam lima dari enam edisi Piala Dunia terakhir. Pengalaman tersebut menjadi modal penting saat menghadapi tekanan bermain di hadapan puluhan ribu pendukung tuan rumah.
Selain memperebutkan posisi puncak grup, pertandingan ini juga memiliki arti strategis bagi kedua tim. Juara Grup B berpeluang kembali bermain di Vancouver pada babak 32 besar, sementara tim yang finis sebagai runner-up harus melanjutkan perjalanan ke Stadion SoFi di Inglewood, California.
Pemain sayap Kanada, Liam Millar, menilai keuntungan bermain di kandang sendiri bisa menjadi faktor pembeda.
“Itu akan menjadi keuntungan besar. Pada laga terakhir, dukungan di Vancouver luar biasa. Teriakan penonton dan lagu kebangsaan membuat saya merinding,” ujarnya.
Sementara itu, pertandingan lain di Grup B akan mempertemukan Bosnia dan Herzegovina melawan Qatar. Kedua tim masih memiliki peluang mengejar tiket ke fase berikutnya melalui jalur peringkat ketiga terbaik sehingga sama-sama membutuhkan kemenangan.
Dengan kekuatan yang relatif berimbang, laga Kanada kontra Swiss diprediksi berlangsung ketat. Swiss akan mengandalkan pengalaman pemain-pemain seniornya, sementara Kanada berharap semangat juang serta dukungan publik Vancouver mampu membawa mereka mengunci status juara Grup B.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
1

















































