JIKF 2026: Festival Layang-Layang Jadi Ajang Kenalkan Budaya Jogja

7 hours ago 3

 Festival Layang-Layang Jadi Ajang Kenalkan Budaya Jogja

Sejumlah peserta dari berbagai negara menerbangkan layang-layang di ajang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 yang digelar di Pantai Parangkusumo, Kretek, Bantul, Minggu (12/7). Harian Jogja/Kiki Luqman

Ajang Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 kembali menjadi magnet bagi pegiat layang-layang dari berbagai belahan dunia. Festival yang digelar Minggu (12/6) di Pantai Parangkusumo, Bantul, itu diikuti peserta dari 17 negara dan puluhan klub nasional.

Penyelenggaraan kegiatan tersebut juga didukung serta difasilitasi oleh Dinas Pariwisata DIY, baik untuk pelayang nasional maupun internasional.

Ada sejumlah kategori yang dilombakan dalam JIKF 2026, masing-masing layang-layang tradisional, layang-layang dua dan tiga dimensi, layang-layang adu rokakku, dan layang-layang train naga.

Ketua Panitia JIKF 2026, Anang Sarjiyanto, mengatakan antusiasme peserta pada penyelenggaraan tahun ini cukup tinggi. Selain diikuti komunitas layang-layang dari Indonesia, festival juga menghadirkan peserta dari berbagai negara yang datang untuk memperkenalkan budaya sekaligus mempererat hubungan antarkomunitas internasional.

Ia menyebut negara-negara yang berpartisipasi berasal dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Eropa hingga Amerika. "Total jumlah negara peserta ada 17, di antaranya dari Amerika Serikat, Haiti, Brazil, Lithuania, Slovakia, Prancis, India, Malaysia, Singapura, Vietnam, Korea Selatan, Jerman, dan beberapa negara lain," kata Anang, Minggu (12/7).

Selain peserta mancanegara, festival juga diramaikan klub layanglayang dari berbagai daerah di Indonesia. Ada 32 klub nasional yang ikut ambil bagian dengan jumlah layang-layang yang diterbangkan mencapai 160 unit.

Seluruh rangkaian festival ditutup pada Minggu dengan pengumuman para pemenang dari berbagai kategori lomba. Panitia berharap JIKF tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang bertemunya para pegiat layanglayang dari berbagai negara untuk saling bertukar pengalaman dan budaya.

Dukungan dari Dinas Pariwisata DIY menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi Yogyakarta sebagai tuan rumah berbagai agenda wisata berbasis budaya dan komunitas berskala internasional.

Salah satu peserta dari Haiti, Watson Michel, mengaku terkesan dengan pengalaman mengikuti JIKF 2026.

Meski baru pertama kali mengikuti festival layang-layang di Jogja, ini bukan kunjungan pertamanya ke Indonesia. "Saya mewakili Haiti. Ini kali kedua saya ke Indonesia, namun baru pertama ikut festival di Jogja," ujarnya.

Menurut Watson, selama beberapa hari di Jogja, dia tidak hanya menghadiri festival, tetapi juga berkesempatan mengunjungi sejumlah lokasi. Pengalaman tersebut meninggalkan kesan mendalam karena keramahan masyarakat yang ditemuinya selama berada di Indonesia.

Momen paling berkesan baginya justru terjadi saat berinteraksi dengan anak-anak. Watson menceritakan, ia membagikan layang-layang kecil kepada mereka dan mendapat sambutan yang sangat antusias.

Di akhir wawancara, Watson mengaku ingin kembali lagi ke Indonesia. Bahkan setelah menyelesaikan agenda di Bantul, ia berencana melanjutkan perjalanan ke Bali untuk mengikuti festival layang-layang lainnya.

"Jogja, istimewa. Saya menantikan kunjungan berikutnya ke Indonesia dan di Bantul," tuturnya.

Melalui kehadiran peserta dari 17 negara, JIKF 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival layang-layang bertaraf internasional di Indonesia.

Selain menjadi atraksi wisata, kegiatan ini juga menjadi wadah promosi budaya, mempererat hubungan antarkomunitas dunia, sekaligus mendukung sektor pariwisata DIY melalui kunjungan wisatawan mancanegara. (ADV)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news