
Ilustrasi investasi - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sejumlah investor asing dari Jepang, Tiongkok, Hong Kong, hingga Korea Selatan mulai menunjukkan ketertarikan terhadap Kawasan Peruntukan Industri (KPI) Semin di Padukuhan Bangunsari, Kalurahan Candirejo, Kapanewon Semin. Namun hingga pertengahan 2026, minat tersebut masih sebatas penjajakan dan belum berujung pada realisasi investasi baru.
Meski sejumlah investor telah melakukan survei lokasi dan pembahasan awal, berbagai aspek pendukung seperti akses logistik, ketersediaan tenaga kerja, hingga konektivitas menuju pelabuhan masih menjadi bahan pertimbangan sebelum keputusan investasi diambil.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Gunungkidul, Mohammad Arif Aldian, mengatakan hingga saat ini baru terdapat satu investor asal Korea Selatan yang beroperasi di KPI Semin. Perusahaan tersebut bergerak di bidang produksi sarung tangan dan telah menyerap tenaga kerja lokal.
"Memang ada sejumlah investor asing yang berminat untuk membuka usaha di KPI Semin," kata Aldian, Minggu (12/7/2026).
Menurutnya, ketertarikan investor asing terus berdatangan dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu yang terbaru berasal dari Jepang yang menjajaki peluang pengembangan industri kerajinan kulit di kawasan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bahkan telah melakukan presentasi secara langsung kepada calon investor guna memperkenalkan potensi industri dan peluang usaha yang tersedia di KPI Semin.
Namun hingga kini, pembahasan tersebut belum berlanjut ke tahap investasi. Investor Jepang masih mempelajari sejumlah faktor penunjang yang dinilai penting bagi keberlangsungan usaha.
"Memang belum ada tindaklanjutnya karena investor Jepang ingin tahu terkait dengan akses ke Pelabuhan, ketersediaan tenaga kerja hingga pendukung lainnya," ungkapnya.
Minat serupa juga datang dari investor asal Shanghai, Tiongkok, yang berencana mengembangkan pabrik pengolahan gaplek. Ketertarikan tersebut sebenarnya sudah muncul sejak 2025 melalui kegiatan survei lokasi di kawasan industri tersebut.
Meski demikian, hingga sekarang belum ada kepastian lanjutan terkait rencana investasi tersebut.
"Masih sebatas penjajakan. Harapan kami bisa direalisasikan karena akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan di Gunungkidul," katanya.
Bagi masyarakat Gunungkidul, masuknya investasi baru di KPI Semin dinilai berpotensi membuka lapangan pekerjaan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di wilayah selatan Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena itu, pemerintah daerah terus berupaya memperkenalkan potensi kawasan industri tersebut kepada calon investor.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun kajian Investment Project Ready to Offer (IPRO). Dokumen tersebut disiapkan sebagai panduan bagi investor yang ingin menanamkan modal di Gunungkidul, baik di KPI Semin maupun kawasan potensial lainnya seperti di Mijahan, Kapanewon Semanu.
"Kajian IPRO sangat penting karena bisa menjadi panduan bagi investor untuk menanamkan modalnya di Gunungkidul," katanya.
Penata Perizinan Ahli Madya DPMPTSP Gunungkidul, Mugiyanto, menambahkan ketersediaan lahan di KPI Semin masih cukup luas sehingga memungkinkan masuknya lebih banyak investor pada masa mendatang.
Menurutnya, pemerintah daerah juga telah menyiapkan lahan bagi calon investor yang berminat mengembangkan industri di kawasan tersebut.
"Contohnya untuk pabrik industri kerajinan, sudah dipersiapkan lahan dua hektare bagi investor Jepang. Yang dari China, juga sudah meninjau lokasi, tapi memang sampai sekarang, kami masih menunggu realisasinya," katanya.
Di tengah belum terealisasinya investasi baru di KPI Semin, capaian investasi di Gunungkidul secara umum masih menunjukkan tren positif. Hingga akhir Mei 2026, nilai investasi yang masuk tercatat mencapai Rp394.047.185.513.
Dari jumlah tersebut, investasi masih didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp222.232.667.921. Sementara kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat mencapai Rp171.814.517.592.
Besarnya nilai investasi yang sudah masuk menunjukkan bahwa iklim usaha di Gunungkidul terus berkembang. Namun realisasi investasi baru di KPI Semin masih menjadi harapan yang ditunggu karena dinilai dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan sekaligus memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat setempat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

7 hours ago
3

















































