Foto ilustrasi serangan udara, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JOGJA—Pemerintah Inggris meningkatkan kewaspadaan militer di kawasan Timur Tengah seusai serangan drone yang menargetkan pangkalan RAF Akrotiri di Siprus.
Selain itu Kementerian Pertahanan Inggris juga menegaskan bahwa serangan drone yang menargetkan pangkalan udara RAF Akrotiri di Siprus tidak diluncurkan dari wilayah Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui akun resmi kementerian di platform X pada Rabu (4/3/2026). Klarifikasi ini sekaligus meredam spekulasi yang mengaitkan Teheran dengan serangan terhadap fasilitas militer Inggris tersebut.
“Kementerian Pertahanan dapat memastikan bahwa drone yang mirip jenis Shahed yang menargetkan AU Inggris di Akrotiri, Siprus, pada tengah malam 2 Maret tidak diluncurkan dari Iran,” tulis pernyataan resmi kementerian.
Inggris Perkuat Operasi Pertahanan
Meski membantah keterlibatan langsung Iran, pemerintah Inggris tetap meningkatkan kesiapsiagaan militernya di kawasan tersebut.
Jet tempur Eurofighter Typhoon dan F-35B Lightning II milik Angkatan Udara Inggris dikerahkan untuk patroli di wilayah udara Timur Tengah. Operasi ini juga didukung pesawat pengisi bahan bakar udara Airbus Voyager.
Selain itu, Inggris memperkuat sistem pertahanan udara di sejumlah pangkalan strategis dengan mengirim kembali sistem rudal pertahanan serta mengerahkan helikopter tempur AW159 Wildcat yang dipersenjatai rudal Martlet missile untuk menghadapi ancaman drone.
Mengutip laporan dari Express, pihak kementerian hingga kini masih menutup rapat informasi mengenai lokasi pasti titik peluncuran drone misterius tersebut.
Pangkalan Strategis Inggris di Siprus
Pangkalan RAF Akrotiri merupakan salah satu instalasi militer strategis Inggris di kawasan Mediterania Timur. Basis militer ini dipertahankan sejak Cyprus memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1960.
Selain fasilitas militer, kawasan ini juga menjadi tempat tinggal keluarga personel Angkatan Udara Inggris. Seusai serangan drone pada 2 Maret lalu, otoritas setempat sempat menginstruksikan warga untuk berlindung di bunker hingga situasi dinyatakan aman.
Secara historis, pangkalan tersebut menjadi pusat operasi militer Inggris dalam berbagai konflik di Timur Tengah, termasuk operasi di Iraq, Syria, dan Yemen.
Serangan terbaru ini tercatat sebagai insiden pertama yang menargetkan pangkalan tersebut sejak 1986. Ledakan yang terjadi dilaporkan hanya menyebabkan kerusakan ringan pada landasan pacu tanpa menimbulkan korban jiwa.
Kebijakan Inggris di Tengah Ketegangan Timur Tengah
Perkembangan situasi di Siprus juga menyoroti arah kebijakan luar negeri Inggris di bawah pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer.
Sebelumnya, pemerintah Inggris sempat menolak wilayahnya digunakan sebagai basis serangan terhadap Iran. Namun belakangan London mengizinkan pasukan United States menggunakan pangkalan Inggris untuk operasi yang disebut sebagai “serangan defensif”.
Meski demikian, pemerintah Inggris menegaskan tidak akan terlibat dalam serangan awal terhadap Iran dan tetap berupaya menjaga posisi defensif di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

7 hours ago
3

















































