Foto ilustrasi dapur MBG yang dikelola SPPG, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Gizi Nasional (BGN) tengah melakukan investigasi terkait maraknya kasus penipuan yang mengatasnamakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama modus jual-beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Deputi Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan, menegaskan penyelidikan dilakukan berdasarkan laporan dan fakta yang ditemukan di lapangan.
“Menurut saya harus ada investigasi yang berdasar fakta,” kata Tigor saat dihubungi melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Ia juga meminta masyarakat yang menerima tawaran jual-beli titik SPPG segera melapor melalui layanan pengaduan resmi.
“Masyarakat yang mendapatkan iming-iming jual-beli titik SPPG segera melapor ke Sentra Aduan Gizi Indonesia (SAGI) Call Center 127 agar segera dilakukan investigasi dan tindak lanjut,” ujarnya.
BGN Ingatkan Waspada Tawaran Bisnis MBG
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai tawaran bisnis yang mengatasnamakan Program MBG.
“Untuk masyarakat agar selalu cermat dan hati-hati dengan berbagai tawaran bisnis apapun, termasuk tawaran terlibat dalam Program MBG,” kata Dadan.
Ia menegaskan bahwa pihak yang terbukti melakukan penipuan dengan mencatut program MBG akan dilaporkan dan diproses secara hukum.
“Jika orangnya kenal dengan alamat jelas, diproses sesuai prosedur. Jika jelas penipuan, dilaporkan secara hukum,” ujarnya.
Modus Jual-Beli Titik SPPG
BGN mencatat berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan program prioritas peningkatan gizi tersebut. Salah satunya adalah penawaran jual-beli titik SPPG dengan meminta sejumlah uang kepada calon mitra.
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menyebut sistem pendaftaran saat ini sudah ditutup sehingga masyarakat diminta waspada terhadap pihak yang mengklaim masih bisa mendaftarkan titik dapur MBG.
“Sekarang sistemnya sudah ditutup, oleh karena itu waspadai orang-orang yang bilang masih bisa daftar karena bisa kita drop langsung,” katanya.
Ia bahkan mengaku pernah menerima video yang menunjukkan adanya penawaran titik SPPG dengan harga mencapai Rp200 juta.
“Saya pernah menerima video orang yang menyebarkan informasi titik jual beli itu Rp200 juta. Jadi saya lihat langsung ID-nya berapa, drop (turunkan) biar orang yang sudah membayar rugi,” ujarnya.
Korban Penipuan di Bekasi
Kasus terbaru dugaan penipuan yang mengatasnamakan Program MBG terjadi di kawasan Perumahan Pondok Permata, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Seorang perempuan diduga menipu korban dengan modus menawarkan peluang membuka dapur SPPG dengan janji keuntungan besar. Korban dilaporkan telah menyetorkan uang hingga puluhan juta rupiah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : Antara

1 hour ago
3

















































