Harga Pangan di Bulukumba Terpantau Stabil Pasca Lebaran

12 hours ago 4
Harga Pangan di Bulukumba Terpantau Stabil Pasca LebaranPemantauan harga pangan di Pasar Cekkeng, Bulukumba (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan dan Mutu Pangan terus memperkuat pengawasan harga pangan pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Hingga beberapa hari setelah Lebaran, harga sejumlah komoditas di pasar tradisional masih terpantau stabil dengan pasokan yang tersedia.

Pemantauan dilakukan oleh Badan Pangan Nasional bersama Satgas Saber Pangan di Pasar Cekkeng, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Langkah ini merupakan bagian dari pengawasan lanjutan untuk memastikan harga tetap terkendali selama periode pasca Lebaran hingga arus balik masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan pada Senin (23/3) lalu, secara umum harga pangan terpantau dalam kondisi normal. Sebagian besar komoditas tercatat berada di bawah maupun sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

Sejumlah komoditas utama seperti beras SPHP tercatat Rp12.000 per kilogram, berada di bawah HET Rp12.500. Sementara beras premium dijual Rp14.400 per kilogram di bawah HET Rp14.900, dan beras medium Rp12.200 per kilogram di bawah HET Rp13.500.

Komoditas lain seperti bawang merah dan bawang putih masing-masing tercatat Rp35.000 per kilogram. Harga tersebut masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain itu, telur ayam dan gula konsumsi tercatat sesuai dengan Harga Acuan Penjualan. Minyak goreng Minyakita juga berada pada kisaran Rp15.700 per liter atau sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol Hermawan, menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan kondisi harga pangan secara umum masih terkendali setelah Lebaran.

“Pada saat ini kami dari Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan dan Kebutuhan Pangan telah hadir di Pasar Cekkeng, Bulukumba. Hasil pengawasan kami terhadap harga pangan setelah Lebaran satu hari, alhamdulillah hampir secara keseluruhan harga pangan ini normal. Ada beberapa pangan yang masih tinggi seperti cabai yang masih tinggi,” ujar Hermawan, dalam keterangannya, Kamis (26/03).

Ia menegaskan bahwa Satgas akan terus melakukan penelusuran terhadap penyebab kenaikan harga, khususnya pada komoditas yang mengalami lonjakan. Pengawasan dilakukan mulai dari tingkat produksi hingga distribusi.

“Memastikan apakah mulai dari produksiannya normal, distribusinya normal, dan hilirnya bermasalah berarti pedagang yang nakal. Pedagangnya yang nakal, kalau ada izinnya kita cabut izinnya. Kalau tidak ada izinnya kita larang dia berdagang dulu sampai bisa memenuhi komitmen harus menjual sesuai dengan harga acuan,” tegasnya.

Selain pengawasan di lapangan, pemerintah juga terus memperkuat intervensi melalui program stabilisasi pangan. Hingga awal Maret 2026, Gerakan Pangan Murah (GPM) telah terealisasi sebanyak 789 kali kegiatan di 24 provinsi dan 153 kabupaten/kota.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga terus digencarkan di berbagai wilayah. Di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, realisasi penyaluran SPHP hingga 25 Maret 2026 tercatat mencapai 2,22 ribu ton atau sekitar 5,71 persen dari target wilayah.

Di sisi lain, pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan untuk menjaga daya beli masyarakat setelah Lebaran. Hingga 25 Maret 2026, realisasi bantuan pangan beras secara nasional mencapai 7,5 ribu ton dan minyak goreng sebanyak 1,5 juta liter kepada 378 ribu Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Terpisah, Kepala Badan Pangan Nasional yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa stabilisasi pangan dilakukan untuk menjaga keseimbangan seluruh pelaku dalam rantai pasok. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga kestabilan harga sekaligus melindungi kepentingan masyarakat.

“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” ujar Amran.

Satgas Saber Pangan dijadwalkan terus melakukan pengawasan lanjutan selama periode pasca Lebaran hingga aktivitas pasar kembali normal. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak melakukan panic buying.

Dengan penguatan pengawasan serta dukungan berbagai instrumen stabilisasi, pemerintah memastikan harga pangan tetap terkendali selama masa pasca Lebaran. Ketersediaan pasokan yang terjaga diharapkan mampu mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat dalam beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news