Hafiyyan Rabu, 23 September 2026 08:37 WIB

Foto ilustrasi perdagangan saham. - Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA— Direktur PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) Alastair Gordon Christopher McLeod melepas 185.200 saham perseroan senilai sekitar Rp2,47 miliar menjelang rencana masuknya Jhonlin Group milik Haji Isam sebagai pemegang 30% saham BYAN.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), McLeod menjual saham BYAN secara tidak langsung (indirect sale) pada Senin (21/9/2026).
Transaksi dilakukan dengan harga Rp13.352 per saham. Dengan demikian, nilai penjualan 185.200 saham tersebut mencapai sekitar Rp2,47 miliar.
“Setelah transaksi tersebut, jumlah kepemilikan saham McLeod di BYAN berkurang dari 4 juta saham menjadi 3,8148 juta saham,” dikutip dari keterbukaan informasi, Rabu (23/9/2026).
Meski jumlah saham yang dimiliki berkurang, hak suara McLeod di BYAN tetap tercatat sebesar 0,01% setelah transaksi.
Laporan transaksi tersebut disampaikan kepada OJK pada 22 September 2026. Pelaporan dilakukan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4/2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
Saham BYAN Melemah 9,71%
Pada perdagangan Selasa (22/9/2026), saham BYAN melemah 9,71% atau 1.275 poin menjadi Rp11.850.
Kendati demikian, saham perusahaan dengan kapitalisasi pasar Rp400 triliun tersebut masih mencatat kenaikan 16,18% dalam sepekan dan 7,73% dalam tiga bulan terakhir.
Fluktuasi saham BYAN tidak lepas dari rencana masuknya perusahaan milik Haji Isam sebagai investor strategis.
Sebelumnya, Direktur Bayan Resources Jenny Quantero mengatakan Low Tuck Kwong dan Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat dengan PT Jhonlin Baratama selaku pembeli pada 16 September 2026.
“Bapak Low Tuck Kwong dan Ibu Elaine Low telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat pada tanggal 16 September 2026,” kata Jenny dalam keterbukaan informasi, Kamis (17/9/2026).
Jhonlin Group Akan Masuk BYAN
PT Jhonlin Baratama merupakan perusahaan kontraktor pertambangan dan produsen batubara besar yang berpusat di Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Perusahaan tersebut merupakan bagian dari Jhonlin Group milik pengusaha nasional H. Andi Syamsudin Arsyad atau Haji Isam.
Berdasarkan perjanjian yang telah ditandatangani, saham BYAN yang akan dialihkan mencapai 10.000.000.500 saham biasa.
Namun, penyelesaian transaksi tersebut masih bergantung pada pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan.
Mengacu pada data pemegang saham per 30 Juni 2026, Low Tuck Kwong memiliki 13,42 miliar saham BYAN atau setara 40,25%. Sementara itu, Elaine Low menguasai 7,33 miliar saham atau 22%.
Dengan demikian, kepemilikan Low Tuck Kwong dan Elaine Low secara gabungan mencapai 62,25% saham perseroan.
Adapun saham yang direncanakan dialihkan kepada PT Jhonlin Baratama mencapai 10.000.000.500 saham. Jumlah tersebut setara sekitar 30% dari total 33,33 miliar saham BYAN.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca. Segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca menjadi tanggung jawab pembaca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
3

















































