Harianjogja.com, KARAWANG — Pengelola jalan tol mempertebal kesiagaan di titik krusial pintu masuk Jakarta menyusul dimulainya gelombang besar kepulangan pemudik.
PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) resmi menyiagakan hingga 26 gardu tol di Gerbang Tol (GT) Cikampek Utama (Cikatama), Jawa Barat, guna mengantisipasi kepadatan volume kendaraan pada puncak arus balik Lebaran 2026 yang diprediksi mulai terjadi pada Selasa ini.
Wakil Direktur Sekretaris Korporat dan Legal PT Jasa Marga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paalo, menjelaskan bahwa operasional gardu akan dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan di lapangan.
Saat ini, sebanyak 22 gardu tol telah aktif melayani transaksi, namun jumlah tersebut siap ditambah menjadi 26 gardu tergantung pada eskalasi arus kendaraan. "Kami masih lihat situasional apakah menjadi 26 gardu karena one way nasional akan segera berlaku," ujar Ria saat ditemui di Karawang, Selasa (24/3/2026).
Selain penambahan lajur transaksi fisik, Jasa Marga juga menerjunkan personel tambahan yang dibekali dengan 17 unit mobile reader untuk sistem jemput bola.
Langkah ini diambil untuk memangkas durasi antrean kendaraan yang menuju arah Jakarta agar tidak terjadi penumpukan yang memanjang di gerbang tol.
“Setiap shift kami sudah menyiapkan 17 mobile reader ini memang yang berguna untuk menjemput bola ketika transaksinya sudah cukup panjang antreannya, nantinya pasti ada petugas kami yang siap di lapangan,” tutur Ria.
Penerapan strategi "jemput bola" ini berjalan beriringan dengan kebijakan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) nasional yang diberlakukan oleh Kepolisian RI.
Skema satu arah tersebut membentang dari KM 414 GT Kalikangkung hingga KM 70 Tol Jakarta-Cikampek. Otoritas memperoyeksikan bahwa Selasa, 24 Maret 2026, merupakan titik tertinggi volume kendaraan pada fase arus balik Lebaran 2026, meskipun lonjakan berikutnya diperkirakan akan kembali terjadi pada Sabtu (28/3).
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi turut mengimbau para pemudik untuk mengatur ulang jadwal kepulangan guna menghindari penumpukan di tanggal-tanggal kritis. Masyarakat disarankan untuk menghindari perjalanan kembali pada 24, 28, dan 29 Maret 2026.
Sebagai bantuan navigasi, pengguna jalan diimbau memantau kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi Travoy sebelum memulai perjalanan agar terhindar dari kemacetan parah selama masa arus balik Lebaran 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara

4 hours ago
2
















































