Gunungkidul Siapkan 4 Hektare untuk Bangun TPST Wukirsari

6 hours ago 6

Gunungkidul Siapkan 4 Hektare untuk Bangun TPST Wukirsari

Foto ilustrasi pemilahan sampah, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul menyiapkan lahan seluas empat hektare di Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, untuk pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Wukirsari. Meski lahan telah disiapkan, realisasi proyek masih menunggu bantuan keuangan dari Pemerintah Pusat.

Pembangunan TPST tersebut menjadi bagian dari upaya mengubah sistem pengelolaan sampah di Gunungkidul. Selama ini, Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Wukirsari masih menggunakan metode sanitary landfill, yakni sampah ditimbun menggunakan tanah.

TPST Disiapkan untuk Optimalkan Pengelolaan Sampah

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Edy Basuki, mengatakan kapasitas timbunan sampah di TPAS Wukirsari yang semakin tinggi mendorong pemerintah menyiapkan sistem pengelolaan yang lebih optimal. Karena itu, lahan di samping TPAS seluas empat hektare diproyeksikan menjadi lokasi pembangunan TPST Wukirsari.

“Masih dalam tahap kajian. Tapi, kami serius untuk membangun TPST Wukirsari dan mudah-mudahan bisa terbangun di tahun depan,” kata Edy, Rabu (29/7/2026).

Menurutnya, keberadaan TPST diharapkan mampu meningkatkan kapasitas penanganan sampah di Bumi Handayani. Selain membangun fasilitas baru, pemerintah juga terus mengedukasi masyarakat agar melakukan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

Edy menilai kebiasaan masyarakat yang masih mencampur sampah organik dan nonorganik menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan sampah. Karena itu, sosialisasi mengenai pentingnya pemilahan sampah akan terus dilakukan.

“Pemilahan sangat sehingga edukasi ke masyarakat akan terus dilakukan. Ini dikarenakan, mayoritas sampah yang dihasilkan langsung dibuang dalam kondisi bercampur antara organic dengan non organic,” katanya.

Dokumen LRP Masuki Tahap Final

Pengawas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup Gunungkidul, Dwi Wiyani, menjelaskan pembangunan TPST Wukirsari masih berada pada tahap perencanaan. Salah satu proses yang sedang diselesaikan adalah penyusunan Dokumen Livelihood Restoration Plan (LRP) atau Rencana Pemulihan Mata Pencaharian.

Dokumen tersebut disusun untuk memitigasi dampak sosial dan ekonomi yang mungkin timbul, terutama terhadap pemulung maupun warga sekitar yang menggarap lahan di kawasan proyek.

Menurut Dwi, penyusunan LRP dilakukan sesuai ketentuan Environmental and Social Impact Assessment (ESIA) yang menjadi persyaratan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).

“Adanya TPST, maka sampah bisa diolah menjadi Refuse Derived Fuel [RDF] untuk bahan bakar pembuatan semen. Tapi, untuk pelaksanaannya masih dalam proses,” katanya.

Lelang Ditarget Oktober

Dwi memastikan dukungan pendanaan pada prinsipnya telah disiapkan melalui kesepakatan di tingkat Pemerintah Pusat terkait persetujuan pinjaman dari AIIB. Namun, pelaksanaan proyek masih menunggu hasil kajian readiness criteria, termasuk penyelesaian dokumen LRP.

“Sudah disipakan, tapi pelaksanaannya masih menunggu hasil dari kajian readiness criteria, yang salah satunya berisikan tentang dokumen LRP,” katanya.

Saat ini penyusunan dokumen telah memasuki tahap finalisasi. Apabila seluruh persyaratan terpenuhi, proses lelang ditargetkan dapat dimulai pada Oktober mendatang.

“Harapannya Lelang akhir tahun dan mulai awal 2027 sudah bisa dibangun. Untuk pembangunan TPST Wukirsari ditarget selesai dalam dua tahun,” katanya.

Pembangunan TPST Wukirsari diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam meningkatkan sistem pengelolaan sampah di Gunungkidul sekaligus mendukung pemanfaatan sampah menjadi Refuse Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar industri semen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news