Gempa Flores, Menteri PU Fokus Pulihkan Akses dan Infrastruktur

1 hour ago 1

Newswire

Newswire Minggu, 16 Agustus 2026 14:27 WIB

Gempa Flores, Menteri PU Fokus Pulihkan Akses dan Infrastruktur

Sejumlah warga terdampak bencana gempa beristirahat di tenda pengungsian di Stadion Gelora Samador Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026). ANTARA FOTO/Mega Tokan

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan akses masyarakat dan kebutuhan dasar pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) segera ditangani. Kementerian PU melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di NTT telah memeriksa sejumlah ruas jalan dan jembatan yang terdampak gempa.

Sejumlah titik mulai mendapatkan penanganan, sementara lokasi yang masih mengalami gangguan terus dikoordinasikan agar konektivitas masyarakat dapat segera kembali normal.

“Kami sudah cek kondisi di lapangan. Untuk beberapa titik sudah mulai tertangani, tetapi masih ada yang perlu kami selesaikan. Ada satu jembatan yang masih harus ditangani dan kami terus berpacu agar bisa segera ditangani,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Satu Jembatan Masih Perlu Ditangani

Dody mengatakan jajaran UPT Kementerian PU di lapangan telah diperintahkan untuk menangani ruas-ruas jalan yang terdampak gempa. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan akses yang dibutuhkan untuk mobilitas masyarakat.

Pemulihan akses juga ditujukan untuk mendukung distribusi bantuan serta pelayanan kedaruratan selama masa tanggap darurat pascagempa Flores.

“Kami sudah koordinasikan dengan teman-teman balai (UPT) untuk bergerak ke titik-titik yang membutuhkan penanganan. Kalau ada kebutuhan tambahan, kami siap membantu dan berkoordinasi dengan kementerian/lembaga lain,” katanya.

Kementerian PU melalui UPT di NTT akan terus memantau kondisi infrastruktur yang terdampak. Percepatan penanganan dilakukan terutama pada titik yang berpotensi mengganggu konektivitas.

Rakor Penanganan Gempa Digelar di Labuan Bajo

Dody menyampaikan perkembangan penanganan tersebut saat menghadiri rapat koordinasi penanganan darurat pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang melanda kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu.

Rapat koordinasi dilaksanakan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, untuk memastikan penanganan bencana berjalan cepat dan terkoordinasi.

Rakor dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, unsur TNI dan Polri, serta kepala daerah.

Pembahasan rakor mencakup perkembangan kondisi di lapangan sekaligus langkah percepatan penanganan kebutuhan masyarakat yang terdampak gempa.

Penanganan Melibatkan Lintas Kementerian

Dody menegaskan penanganan bencana membutuhkan kerja bersama lintas kementerian dan lembaga. Pemerintah daerah, TNI, dan Polri juga menjadi bagian dalam koordinasi penanganan kondisi pascagempa.

Karena itu, Kementerian PU terus berkoordinasi untuk memastikan dukungan infrastruktur dasar diberikan sesuai kondisi serta kebutuhan di lapangan.

Pemantauan dan perbaikan infrastruktur tersebut diarahkan untuk menjaga akses masyarakat tetap tersedia. Konektivitas yang terjaga juga diperlukan agar distribusi bantuan dan pemenuhan kebutuhan dasar dapat berjalan selama masa tanggap darurat pascagempa Flores.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news