FBI Pulangkan Delapan Artefak Budaya Papua ke Indonesia

2 hours ago 2

FBI Pulangkan Delapan Artefak Budaya Papua ke Indonesia

Menteri Kebudayaan Fadli Zon./Kemenbud\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Pemerintah Indonesia menerima delapan artefak budaya yang berasal dari Papua dan dipulangkan dari Amerika Serikat setelah diamankan dari peredaran ilegal. Artefak tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Federal Bureau of Investigation (FBI) Kash Patel kepada Presiden Prabowo Subianto di kediaman presiden di Jalan Kertanegara IV, Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) malam.

Delapan artefak budaya yang dikembalikan berasal dari komunitas Dani, Asmat, dan Danau Sentani di Papua. Koleksi tersebut meliputi tengkorak manusia berukir, kapak batu, serta sejumlah objek batu yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan penyerahan artefak tersebut merupakan bentuk komitmen FBI dalam menyelamatkan warisan budaya Indonesia dari perdagangan ilegal.

"Saya lihat juga semalam itu dibawa langsung oleh Direktur FBI dan diserahkan sebagai satu bentuk komitmen. Tentu kita sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh FBI," ujarnya kepada awak media di Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurut Fadli, kerja sama antara Kementerian Kebudayaan dan FBI telah menghasilkan penyitaan sejumlah artefak budaya Indonesia yang diduga akan diperjualbelikan di Amerika Serikat sebelum akhirnya dikembalikan ke Indonesia.

Sebelumnya, Indonesia juga menerima pengembalian sejumlah arca perunggu melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York. Arca Bodhisattva dan beberapa koleksi kuno lainnya dipulangkan setelah FBI mengonfirmasi statusnya kepada Kementerian Kebudayaan.

Fadli menegaskan pemerintah akan terus melindungi benda yang telah atau diduga sebagai cagar budaya. Adapun koleksi noncagar budaya tetap dapat diperdagangkan maupun dipamerkan di luar negeri melalui mekanisme yang sah.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada lagi penyelundupan maupun penjualan ilegal benda budaya Indonesia ke luar negeri karena merupakan bagian dari kekayaan budaya nasional yang harus dijaga.

"Kita tidak ingin ada penyelundupan atau penjualan secara ilegal benda-benda budaya kita ke luar negeri," tegasnya.

Peminjaman koleksi untuk kepentingan pameran, penelitian, maupun kerja sama museum tetap dimungkinkan sepanjang dilakukan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Selain dengan Amerika Serikat, pemerintah juga melanjutkan upaya repatriasi benda budaya dari Belanda dan sejumlah negara lain melalui tim yang dibentuk untuk menelusuri serta memulangkan benda budaya yang diperoleh secara tidak sah.

Fadli mengatakan proses repatriasi tidak berhenti pada delapan artefak yang baru diterima. Pemerintah masih berupaya mengembalikan sejumlah arca penting dan benda budaya lainnya yang hingga kini berada di luar negeri agar dapat kembali menjadi bagian dari warisan budaya Indonesia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kehormatan Direktur FBI Amerika Serikat Kash Patel di Kertanegara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama Indonesia dan Amerika Serikat, khususnya dalam upaya pengembalian artefak budaya Indonesia yang diselundupkan secara ilegal ke luar negeri.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang memberikan keterangan pers didampingi Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa selain melakukan pembahasan secara resmi, Direktur FBI juga secara langsung menyerahkan artefak budaya Indonesia kepada Presiden Prabowo sebagai bagian dari kerja sama repatriasi antara Pemerintah Indonesia dan FBI.

“Di samping tentu saja ada pembicaraan sebagai teman, dan juga secara ofisial beliau juga membawakan artefak budaya yang merupakan kerja sama dari pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan dengan FBI, yaitu pengembalian benda-benda budaya, artefak budaya, yang diselundupkan ke Amerika Serikat secara ilegal dan setelah dilakukan satu provenance research atau asal-usul, maka benda-benda itu kemudian dikembalikan dan dibawa langsung oleh Bapak Kash Patel kepada Pak Presiden Prabowo Subianto," ujar Fadli Zon dalam keterangannya usai pertemuan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news