Bonus Juara Piala Dunia Spanyol Terancam Dipotong Pajak AS

4 hours ago 2

Bonus Juara Piala Dunia Spanyol Terancam Dipotong Pajak AS

Spanyol menjadi pemenang Piala Dunia 2026 dan mendapatkan hadiah US$50 juta, bonus untuk permain terancam pajak AS. / FIFA\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Timnas Spanyol mengantongi hadiah sebesar US$50 juta atau sekitar Rp825 miliar setelah menjuarai Piala Dunia 2026. Namun, bonus yang akan diterima para pemain berpotensi dipotong pajak sesuai ketentuan perpajakan di Amerika Serikat (AS).

Timnas Spanyol memastikan gelar juara Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Argentina dengan skor 1-0 pada partai final yang berlangsung di New Jersey. Kemenangan tersebut mengantarkan Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) menerima hadiah juara dari FIFA sebesar US$50 juta.

Hadiah Piala Dunia 2026 diberikan FIFA kepada RFEF yang kemudian akan membagikan bonus kepada para pemain Timnas Spanyol.

Bonus yang diterima para pemain itulah yang nantinya terancam dikenai pajak berdasarkan aturan yang berlaku di Amerika Serikat.

Struktur pembayaran hadiah dan bonus membuat perlakuan pajaknya berbeda. Berdasarkan kebijakan yang diterapkan pemerintah Amerika Serikat sebagai penyelenggara Piala Dunia 2026, federasi peserta dapat mengajukan status bebas pajak sehingga hadiah yang diterima dari FIFA pada umumnya tidak dikenai pajak penghasilan federal.

Di sisi lain, bonus yang diterima pemain atas partisipasi mereka dalam pertandingan yang digelar di Amerika Serikat tetap dikategorikan sebagai penghasilan yang bersumber dari Amerika Serikat.

Konsekuensinya, Internal Revenue Service (IRS) dapat mengenakan pemotongan pajak (withholding tax) sebesar 30% atas pembayaran tersebut.

Besaran pajak yang harus dibayar pemain masih dapat berkurang apabila mereka memanfaatkan perjanjian penghindaran pajak berganda (tax treaty) antara Amerika Serikat dan negara domisili masing-masing.

Untuk memperoleh fasilitas tersebut, pemain harus memenuhi sejumlah persyaratan administrasi, termasuk mengajukan dokumen perpajakan yang diwajibkan oleh otoritas Amerika Serikat.

Selain pajak federal, para pemain juga berpotensi dikenai pajak negara bagian. Karena laga final berlangsung di New Jersey, sebagian bonus dapat menjadi objek jock tax, yakni pungutan pajak yang dikenakan kepada atlet profesional berdasarkan lokasi mereka bertanding.

Pajak tersebut tetap berlaku meskipun pemain memperoleh keringanan pajak di tingkat federal.

Dengan demikian, sementara RFEF berpeluang memperoleh pembebasan pajak federal atas hadiah yang diterima dari FIFA, bonus yang dibagikan kepada individu tetap menjadi objek pajak sesuai ketentuan perpajakan Amerika Serikat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news