Ed Sheeran Menangis di Philadelphia, Curhat soal Kontroversi Loop Tour

1 hour ago 1

Jumali

Jumali Senin, 21 September 2026 17:57 WIB

Harianjogja.com, JOGJA—Penyanyi asal Inggris, Ed Sheeran, tak kuasa menahan tangis saat kembali tampil dalam rangkaian Loop Tour di Lincoln Financial Field, Philadelphia, Amerika Serikat, Sabtu (19/9/2026) malam waktu setempat.

Di hadapan puluhan ribu penonton, Sheeran mengungkapkan bahwa kontroversi yang membelit turnya membuat sejumlah teman, keluarga, dan orang-orang yang telah dikenalnya selama bertahun-tahun menjauh.

Dalam video yang direkam penggemar dan beredar di media sosial, pelantun Thinking Out Loud itu terlihat emosional ketika menceritakan beratnya situasi yang ia hadapi. Ia menyebut pekan tersebut sebagai salah satu periode tersulit dalam hidupnya.

"Dalam situasi seperti inilah Anda benar-benar mengetahui siapa saja teman sejati Anda. Minggu ini rasanya sungguh berat," kata Sheeran kepada penonton.

Ia juga mengaku mendapat banyak saran agar membatalkan tur. Namun, dukungan penggemar yang tetap membeli tiket dan datang ke konser membuatnya memilih melanjutkan pertunjukan.

"Semua orang menyuruh saya untuk membatalkannya, dan saya merasa seolah-olah teman, keluarga, serta orang-orang yang saya kenal telah meninggalkan saya," ujarnya.

Sheeran kemudian berterima kasih kepada penonton yang hadir. Ia tetap melanjutkan konser meski mengaku sedang menghadapi tekanan besar.

Tata Panggung Diubah karena Kekhawatiran Keamanan

Kontroversi tersebut turut memengaruhi format pertunjukan Sheeran di Philadelphia. Ia mengatakan memutuskan meniadakan panggung B yang semula direncanakan berada di tengah area penonton.

Keputusan itu diambil karena ia khawatir terhadap reaksi penonton dan kemungkinan terjadinya insiden ketika berada di tengah kerumunan.

"Saya tidak tahu seperti apa penonton malam ini. Saya tidak tahu apakah akan ada benda yang dilemparkan ke arah saya. Saya tidak tahu apakah orang-orang akan marah kepada saya," kata Sheeran.

Ia pun meminta maaf karena format Loop Tour di Philadelphia tidak berlangsung seperti biasanya.

"Saya meniadakan panggung B karena khawatir akan apa yang mungkin terjadi jika saya berdiri di tengah," lanjutnya.

Sebelum konser tersebut, Sheeran juga menghadapi perubahan besar dalam susunan penampil tur. Sejumlah musisi pendukung dan band pengiringnya memutuskan mundur setelah Macklemore dikeluarkan dari jajaran penampil.

Kontroversi Bermula dari Seruan Macklemore untuk Palestina

Persoalan itu bermula ketika rapper Macklemore menyampaikan dukungan terhadap Palestina saat tampil sebagai penampil pembuka Loop Tour di MetLife Stadium, New Jersey, pada 4 September 2026.

Dalam penampilannya, Macklemore menyerukan "Free Palestine" dan membawakan Hind's Hall, lagu protes yang dirilis pada 2024 dan berkaitan dengan konflik Israel-Palestina.

Setelah penampilan tersebut, muncul tekanan agar Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian tur. Promotor, Messina Touring Group, menyatakan sejumlah venue tidak bersedia menggelar konser apabila Macklemore tetap menjadi bagian dari jajaran penampil.

Macklemore kemudian menyebut nama Robert Kraft dan menuding pemilik Gillette Stadium itu berada di balik tekanan untuk mengeluarkannya dari tur. Kraft membenarkan bahwa Macklemore tidak akan tampil di Gillette Stadium. Ia mengaitkan keputusan tersebut dengan pernyataan dan materi pertunjukan rapper itu yang menurutnya melampaui batas yang ditetapkan venue.

Sheeran sebelumnya menegaskan bahwa pencoretan Macklemore bukan keputusan pribadinya. Ia menyatakan keputusan tersebut dibuat oleh promotor dan pihak pengelola stadion, sementara dirinya berupaya menengahi situasi yang berkembang.

Sejumlah Musisi Memilih Mundur

Keputusan mengeluarkan Macklemore diikuti mundurnya sejumlah penampil pendukung sebagai bentuk solidaritas. Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe mengumumkan tidak akan melanjutkan peran sebagai penampil pembuka.

Beoga, band yang turut mengiringi Sheeran dalam tur tersebut, juga meninggalkan rangkaian pertunjukan. Akibatnya, Sheeran melanjutkan konser di Philadelphia tanpa jajaran penampil pendukung seperti yang semula direncanakan.

Di tengah situasi tersebut, Sheeran akhirnya berbicara langsung kepada penonton mengenai kontroversi yang terjadi. Ia mengakui adanya kesalahan dalam cara situasi itu berkembang dan menyampaikan permintaan maaf kepada penggemar.

Konser Philadelphia menjadi penampilan pertamanya sejak Macklemore dikeluarkan dari tur. Peristiwa itu juga memperluas perdebatan mengenai kebebasan berekspresi di panggung, konflik Israel-Palestina, serta peran promotor dan pengelola venue dalam menentukan susunan penampil sebuah konser.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Jumali

Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news