Cat hingga Ban Bisa Terdampak, Ini Bahaya Mobil Sering Parkir di Tempat Terbuka

3 hours ago 1

Harianjogja.com, JOGJA—Tidak semua pemilik mobil memiliki garasi atau tempat parkir beratap. Akibatnya, kendaraan terkadang harus dibiarkan di ruang terbuka dan terpapar sinar matahari, terutama ketika parkir pada siang hari.

Kebiasaan tersebut perlu mendapat perhatian. Panas yang terperangkap di dalam kabin dapat membuat suhu meningkat, sementara paparan sinar ultraviolet (UV) dalam jangka panjang berpotensi memengaruhi sejumlah material kendaraan.

Dampaknya bukan hanya membuat interior terasa panas. Bagian eksterior, ban, baterai, hingga perangkat elektronik juga perlu diperhatikan. Mengutip laporan Deluxe Detail LLC, berikut sejumlah dampak paparan sinar matahari pada mobil serta cara untuk menguranginya.

6 Dampak Mobil Terlalu Lama Terpapar Sinar Matahari

1. Suhu kabin meningkat

Ketika mobil diparkir di bawah terik matahari, suhu di dalam kabin dapat meningkat dengan cepat. Dalam kondisi tertentu, temperatur interior bahkan bisa mencapai sekitar 50–70 derajat Celsius.

Kabin yang sangat panas tentu mengurangi kenyamanan saat pengemudi atau penumpang kembali masuk ke mobil. Suhu tinggi juga dapat memengaruhi barang-barang yang tertinggal di dalam kendaraan.

Perangkat elektronik, kaleng aerosol, dan botol plastik berisi air perlu mendapat perhatian. Sebaiknya, hindari meninggalkan benda yang sensitif terhadap panas di dalam mobil, terutama ketika kendaraan akan diparkir dalam waktu lama.

2. Dashboard dan jok berisiko lebih cepat rusak

Interior mobil yang terus-menerus terpapar panas dan sinar UV dapat mengalami perubahan material. Dashboard, setir, jok kulit, serta bagian berbahan plastik atau vinil berpotensi memudar, kehilangan elastisitas, hingga mengalami keretakan.

Paparan panas juga dapat memengaruhi perekat dan beberapa jenis material plastik. Dalam kondisi tertentu, komponen tersebut bisa melunak atau menimbulkan bau.

Karena itu, perlindungan interior perlu diperhatikan, terlebih jika mobil sering diparkir di tempat terbuka.

3. Warna cat mobil bisa kusam

Bagian luar kendaraan juga berisiko terdampak paparan matahari. Sinar UV yang mengenai permukaan mobil dalam jangka panjang dapat membuat warna cat terlihat kusam atau memudar.

Lapisan pelindung cat atau clear coat pun dapat mengalami penurunan kualitas. Jika lapisan tersebut rusak, permukaan cat bisa kehilangan kilap dan perlindungannya terhadap pengaruh lingkungan.

Perawatan eksterior secara berkala dapat membantu menjaga kondisi cat. Namun, perlindungan tambahan tetap tidak sepenuhnya menghilangkan risiko kerusakan akibat paparan matahari.

4. Baterai dapat mengalami penurunan kinerja

Temperatur tinggi dapat memengaruhi kondisi baterai kendaraan. Pada mobil listrik, panas berlebih berpotensi mempercepat proses degradasi baterai traksi apabila sistem pengelolaan suhu tidak mampu menjaga temperatur dalam rentang yang sesuai.

Sementara itu, baterai 12 volt pada mobil konvensional maupun mobil listrik juga dapat mengalami penurunan usia pakai akibat kondisi panas. Dampaknya bergantung pada jenis baterai, usia, kondisi kendaraan, dan tingkat paparannya.

Pemilik mobil sebaiknya memeriksa kondisi baterai secara berkala serta mengikuti petunjuk perawatan dari pabrikan, terutama jika kendaraan sering berada di lingkungan bersuhu tinggi.

5. Ban lebih rentan mengalami penuaan

Material karet pada ban dapat mengalami penuaan akibat paparan sinar UV dan kondisi lingkungan. Dalam jangka panjang, proses tersebut berpotensi membuat karet kehilangan elastisitas dan memunculkan retakan.

Temperatur juga memengaruhi tekanan udara di dalam ban. Udara akan memuai ketika panas sehingga tekanan ban dapat meningkat. Karena itu, pemeriksaan tekanan sebaiknya dilakukan saat ban dalam kondisi dingin dan mengikuti rekomendasi pabrikan kendaraan.

Pemilik mobil juga perlu memeriksa kondisi fisik ban secara rutin, termasuk jika kendaraan sering diparkir di area terbuka.

6. Perangkat elektronik berpotensi terganggu

Panas yang terperangkap di dalam kabin dapat memengaruhi perangkat elektronik, terutama jika kendaraan berulang kali terpapar temperatur tinggi.

Layar sentuh, sistem hiburan, dan kamera belakang merupakan beberapa perangkat yang perlu diperhatikan. Paparan panas berlebih dapat memengaruhi kinerja atau usia pakai komponen elektronik, bergantung pada spesifikasi dan batas suhu operasionalnya.

Dengan demikian, risiko parkir di bawah terik matahari tidak terbatas pada kabin yang terasa panas. Kondisi tersebut juga dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi komponen kendaraan dalam jangka panjang.

Cara Mengurangi Dampak Sinar Matahari pada Mobil

Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan pemilik kendaraan untuk membantu mengurangi paparan sinar matahari.

Pertama, pilih lokasi parkir yang teduh. Jika memungkinkan, gunakan garasi, area parkir beratap, atau tempat yang terlindung dari sinar matahari langsung.

Kedua, gunakan sunshade. Pelindung kaca depan dapat membantu mengurangi panas matahari yang masuk ke kabin. Penggunaan kaca film yang sesuai juga dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi panas dan paparan UV.

Ketiga, rawat eksterior secara berkala. Penggunaan wax atau ceramic coating dapat memberikan perlindungan tambahan pada permukaan cat. Pemilik mobil juga dapat mempertimbangkan paint protection film (PPF), sesuai kebutuhan dan rekomendasi pemasang.

Keempat, periksa kondisi ban dan baterai. Pemeriksaan rutin membantu pemilik mengetahui lebih awal jika terdapat perubahan kondisi atau tanda kerusakan.

Kebiasaan memilih tempat parkir yang lebih teduh dan melakukan perawatan berkala dapat membantu menjaga kondisi kendaraan. Meski begitu, perlindungan tambahan tidak menjamin mobil sepenuhnya bebas dari dampak panas dan sinar UV.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news