Harianjogja.com, JOGJA — Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional Amerika Serikat, Joseph Kent, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Keputusan tersebut diambil sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan perang yang sedang berlangsung dengan Iran.
Dalam surat pengunduran dirinya yang ditujukan kepada Presiden Donald Trump, Kent menyatakan tidak dapat mendukung konflik tersebut secara moral. Ia menilai Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi Amerika Serikat.
“Saya tidak dapat dengan hati nurani yang baik mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Iran tidak menimbulkan ancaman langsung bagi negara kita,” tulis Kent dalam pernyataannya dikutip dari akun X miliknya, Selasa (17/3/2026).
After much reflection, I have decided to resign from my position as Director of the National Counterterrorism Center, effective today.
I cannot in good conscience support the ongoing war in Iran. Iran posed no imminent threat to our nation, and it is clear that we started this… pic.twitter.com/prtu86DpEr
Ia juga menyinggung adanya tekanan dari pihak eksternal, termasuk Israel serta kelompok lobi di Amerika, yang dinilai turut mendorong keterlibatan Washington dalam konflik tersebut.
Kent mengaku sebelumnya mendukung kebijakan luar negeri Trump, terutama pada periode kampanye hingga masa jabatan pertama. Namun, ia menilai arah kebijakan terbaru justru berpotensi menyeret AS ke dalam konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Dalam surat itu, Kent mengingatkan risiko besar dari perang yang dinilai tidak memiliki urgensi langsung bagi kepentingan nasional AS. Ia bahkan membandingkan situasi tersebut dengan keterlibatan Amerika dalam perang Irak yang menelan banyak korban jiwa.
Sebagai seorang veteran dengan pengalaman penugasan militer berulang, Kent menegaskan bahwa keputusan perang harus mempertimbangkan dampak nyata bagi rakyat Amerika. Ia juga mengungkap pengalaman pribadinya sebagai keluarga korban perang.
“Saya tidak dapat mendukung pengiriman generasi berikutnya untuk berperang dan mati dalam konflik yang tidak memberikan manfaat bagi rakyat Amerika,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kent meminta Presiden Trump untuk mempertimbangkan kembali arah kebijakan tersebut dan membuka peluang perubahan strategi.
Ia menilai keputusan saat ini akan menentukan masa depan Amerika Serikat, apakah menuju stabilitas atau justru memperdalam konflik.
Meski mengundurkan diri, Kent menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk mengabdi di pemerintahan serta melayani negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

4 hours ago
1

















































