Dehidrasi Bisa Ganggu Jantung hingga Fungsi Ginjal, Ini Tandanya

4 hours ago 6

Newswire

Newswire Rabu, 16 September 2026 13:37 WIB

Dehidrasi Bisa Ganggu Jantung hingga Fungsi Ginjal, Ini Tandanya

Ilustrasi minum air dalam kemasan./Ist

Harianjogja.com, JAKARTA— Dehidrasi bukan sekadar kondisi ketika tubuh merasa haus. Kekurangan cairan dapat membuat darah mengental sehingga beban kerja jantung meningkat, sekaligus berisiko mengganggu fungsi ginjal hingga memicu heat stroke.

Dokter spesialis gizi klinik dr. Putri Sakti, M.Gizi, Sp.GK, AIFO-K mengatakan sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri atas air. Karena itu, kekurangan cairan dapat memicu sejumlah risiko terhadap fungsi tubuh.

“⁠​Darah mengental sehingga beban kerja jantung meningkat untuk memompa darah ke seluruh organ. Hal ini bisa memicu penurunan tekanan darah dan gejala pusing,” kata Putri kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.

Dehidrasi Bisa Ganggu Fungsi Ginjal

Selain meningkatkan beban kerja jantung, tubuh yang kekurangan cairan juga dapat berdampak pada fungsi ginjal. Menurut Putri, penurunan fungsi ginjal membuat organ tersebut kesulitan menyaring racun.

Kondisi kekurangan cairan juga meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan batu ginjal. Risiko lain yang perlu diwaspadai adalah heat exhaustion hingga heat stroke.

“Risiko heat exhaustion dan heat stroke yang dapat menyebabkan kegagalan organ dan meningkatkan risiko gangguan keselamatan jiwa,” ujar dia.

Putri yang merupakan dokter gizi lulusan Universitas Indonesia itu menjelaskan rasa haus sebenarnya merupakan "sinyal darurat" dari tubuh bahwa seseorang sudah mengalami dehidrasi.

Karena itu, tanda-tanda awal kekurangan cairan perlu dikenali, termasuk perubahan warna urine dan berkurangnya frekuensi buang air kecil.

“Warna urine lebih gelap dan pekat dan frekuensi buang air kecil menurun (kurang dari 4–5 kali sehari),” kata dia.

Tanda Kekurangan Cairan yang Sering Tak Disadari

Selain perubahan pada urine, dehidrasi dapat ditandai dengan sejumlah keluhan lain. Gejalanya antara lain sakit kepala ringan atau kepala terasa melayang, tubuh cepat lelah dan mengantuk, serta sulit fokus atau mengalami brain fog.

Tubuh juga dapat menjadi mudah tersinggung. Sementara itu, mulut, bibir, atau mata terasa kering karena produksi air liur dan air mata berkurang drastis.

Putri juga menyebut munculnya keinginan mengonsumsi makanan manis dapat menjadi salah satu tanda yang berkaitan dengan kondisi kekurangan cairan.

“Tiba-tiba ingin mengonsumsi makanan manis dikarenakan organ hati kesulitan memecah cadangan glukogen menjadi glukosa, sehingga tubuh mengirim sinyal "palsu" berupa rasa lapar atau ingin gula,” tutur dia.

Cara Mencegah Dehidrasi

Untuk mencegah tubuh kekurangan cairan, Putri menyarankan masyarakat menerapkan prinsip minum sebelum merasa haus. Asupan cairan juga perlu disiapkan dengan target minimal 2 hingga 2,5 liter per hari.

Jumlah tersebut perlu ditambah ketika seseorang melakukan aktivitas berat di bawah terik matahari. Kebutuhan cairan menjadi hal yang perlu diperhatikan agar tubuh tetap mendapatkan asupan selama beraktivitas.

Selain minuman, asupan cairan dan mineral alami juga dapat diperoleh dari makanan. Putri menyarankan konsumsi buah dan sayur yang kaya air, seperti semangka, melon, jeruk, timun, dan selada.

Sup berkuah bening juga dapat menjadi pilihan untuk membantu memenuhi asupan cairan dan mineral alami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Yudhi Kusdiyanto

Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news