Jumali Minggu, 12 Juli 2026 18:07 WIB

Lionel Messi/Instagram: afaseleccion
Harianjogja.com, JOGJA—Lionel Messi mengukir rekor gila setelah membawa Timnas Argentina melaju ke semifinal Piala Dunia 2026. Assist untuk gol Alexis Mac Allister saat mengalahkan Swiss 3-1 membuat ia kini mengoleksi 10 assist di Piala Dunia, melewati catatan legenda Argentina, Diego Maradona, yang hanya mencatatkan delapan assist sepanjang kariernya.
Messi menciptakan assist bersejarah tersebut pada menit ke-10 di Kansas City Stadium, Minggu (12/7/2026) siang WIB. Tendangan sudutnya diteruskan Mac Allister ke gawang Swiss yang dikawal Gregor Kobel untuk membawa Argentina unggul lebih dahulu. Assist itu menjadi yang kedua bagi Messi pada Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya ia memberikan umpan gol saat Argentina bangkit mengalahkan Mesir pada babak 16 besar.
Tambahan satu assist membuat Messi kini mencatatkan 10 assist dari enam edisi Piala Dunia yang ia ikuti. Tidak ada pemain lain yang mampu menyamai torehan tersebut. Messi mengemas satu assist pada Piala Dunia 2006, 2010, dan 2014. Ia kemudian menciptakan dua assist pada edisi 2018. Pemain berusia 39 tahun itu tampil semakin produktif pada Piala Dunia 2022 dengan menghasilkan tiga assist dalam perjalanan Argentina menjuarai turnamen tersebut.
Koleksi 10 assist menempatkan Messi di atas Diego Maradona yang membukukan delapan assist. Pierre Littbarski dari Jerman Barat dan Grzegorz Lato asal Polandia berada di bawahnya dengan masing-masing tujuh assist. Delapan pemain lainnya mengoleksi enam assist. Catatan Messi semakin istimewa karena seluruh umpannya di Piala Dunia diberikan kepada 10 pemain berbeda.
Messi juga memegang rekor gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi 21 gol. Rekor tersebut sebelumnya dimiliki Miroslav Klose yang mencetak 16 gol bersama Jerman. Messi dan penyerang Prancis, Kylian Mbappe, sama-sama telah melewati catatan Klose.
Messi resmi memecahkan rekor tersebut ketika Argentina menang 2-0 atas Austria, kemudian menambah koleksi golnya saat menghadapi Tanjung Verde dan Mesir pada fase gugur. Kapten Argentina itu juga menjadi pemain dengan kontribusi gol terbanyak pada fase gugur Piala Dunia. Assist melawan Swiss membuat total kontribusi golnya pada babak sistem gugur mencapai 15. Angka ini menunjukkan betapa dominannya Messi di momen-momen krusial turnamen empat tahunan tersebut.
Rekor Messi tercipta dalam pertandingan yang tidak mudah bagi Argentina. Swiss mampu menyamakan kedudukan melalui Dan Ndoye setelah Mac Allister membawa Argentina unggul. Lima menit setelah gol penyeimbang tersebut, Swiss harus bermain dengan 10 pemain setelah Breel Embolo mendapat kartu merah. Tim asuhan Murat Yakin pun lebih banyak bertahan untuk menahan tekanan Argentina.
Argentina terus menyerang, tetapi kesulitan membongkar pertahanan rapat Swiss. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan. Julian Alvarez akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-112. Ia melepaskan tembakan kaki kanan melengkung ke sudut atas gawang dan memicu kegembiraan besar pendukung Argentina di Kansas City. Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina pada menit ke-121. Ia menuntaskan serangan balik cepat untuk mengubah skor menjadi 3-1 sekaligus mengantar sang juara bertahan ke semifinal.
Argentina selanjutnya menghadapi Inggris untuk memperebutkan tiket final. Inggris lolos ke empat besar setelah meraih kemenangan sulit 2-1 atas Norwegia melalui perpanjangan waktu berkat dua gol Jude Bellingham.
Pertandingan tersebut menjadi pertemuan pertama Argentina dan Inggris dalam 21 tahun. Kedua negara terakhir berhadapan pada laga persahabatan tahun 2005 yang dimenangi Inggris dengan skor 3-2. Di pentas Piala Dunia, Argentina dan Inggris telah bertemu lima kali dengan rekor tiga kemenangan Inggris, satu kemenangan Argentina, dan satu hasil imbang yang dimenangi Argentina melalui adu penalti pada 1998.
Rivalitas kedua tim semakin panas sejak pertandingan kontroversial pada Piala Dunia 1966 dan diperkuat dengan konteks Perang Falkland pada 1982. Kini, semifinal Piala Dunia 2026 menjadi panggung bagi generasi Messi dan Bellingham untuk menciptakan babak baru dalam persaingan tersebut.
Target Messi kini bukan hanya menambah rekor pribadi. Ia berpeluang membawa Argentina menjadi negara pertama dalam 64 tahun yang mampu mempertahankan gelar Piala Dunia. Brasil menjadi negara terakhir yang berhasil menjuarai Piala Dunia secara beruntun. Tim Samba meraih gelar pada 1958 dan kembali menjadi juara pada 1962.
Messi kini tinggal berjarak dua kemenangan dari gelar Piala Dunia keduanya. Setelah menguasai rekor gol dan assist, ia berpeluang menyempurnakan perjalanan bersejarahnya dengan kembali membawa Argentina menjadi juara dunia. Jika berhasil, Messi akan mengukuhkan statusnya sebagai pemain terbesar sepanjang masa dengan dua gelar Piala Dunia dan segudang rekor individu yang tampaknya sulit dipecahkan oleh generasi mana pun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

7 hours ago
4

















































