Puncak Widosari yang menjadi dalah satu destinasi desa wisata di Kulon Progo, DI Yogyakarta (ANTARA / Fitra Ashari)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Ancaman cuaca ekstrem saat libur Lebaran 2026 menjadi perhatian serius pengelola wisata di Perbukitan Menoreh, Kabupaten Kulonprogo. Pengelola Desa Wisata Widosari menegaskan bahwa keselamatan wisatawan akan menjadi prioritas utama sebelum membuka akses kunjungan selama musim libur panjang tersebut.
Wilayah Perbukitan Menoreh selama ini dikenal sebagai kawasan yang memiliki kerentanan terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti tanah longsor maupun pohon tumbang, terutama saat curah hujan tinggi disertai angin kencang. Kondisi tersebut membuat pengelola wisata di Widosari melakukan berbagai langkah antisipasi sejak jauh hari menjelang masa libur Lebaran.
Di kawasan Widosari, wisatawan dapat menikmati sejumlah paket wisata yang ditawarkan oleh desa wisata setempat, mulai dari kunjungan ke Rajindra Farm, Kebun Teh, hingga menikmati panorama alam dari Puncak Widosari. Ketua Desa Wisata Widosari, Heri Susanto, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan sejumlah persiapan khusus untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem selama periode libur Lebaran.
"Persiapan khusus untuk lebaran satu kita pengecekan infrastruktur ataupun jalan, pengaman, toilet dan fasilitas yang lain dengan tujuan memberikan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan," katanya saat dihubungi, Rabu (11/3/2026).
Ia menambahkan bahwa faktor keamanan menjadi perhatian utama karena kondisi cuaca di kawasan tersebut dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan intensitas hujan yang cukup tinggi disertai angin kencang.
"Terutama keamanan ya kami prioritaskan karena memang cuaca saat ini sedikit ekstrem, curah hujan tinggi dan angin kencang," imbuh pria yang akrab dengan sapaan Heri Kebo ini.
Destinasi Wisata Widosari yang berada di Kapanewon Samigaluh, Kulonprogo, juga menjalin koordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk mengantisipasi potensi risiko selama musim libur. Pengelola desa wisata bersama Polsek Samigaluh melakukan patroli guna memastikan kawasan wisata tetap aman bagi para pengunjung.
Menurut Heri Kebo, setiap wisatawan yang hendak berkunjung akan diberikan informasi kondisi cuaca secara terbuka, terutama bagi mereka yang melakukan reservasi secara daring maupun menghubungi admin pengelola.
"Sekiranya ada yang melalui reservasi atau bertanya melalui admin, kita berikan gambaran cuaca yang ada di sini ataupun himbauan ketika memang destinasi wisata yang ada di sini dirasa tidak aman atau membahayakan kepada wisatawan akan diberikan himbauan agar tidak dikunjungi dahulu," bebernya.
Selain memberikan informasi kepada calon wisatawan, pengelola juga memperketat pengawasan di lapangan melalui petugas tiket dan pengelola destinasi. Mereka diminta untuk memantau kondisi cuaca secara berkala dan mengambil langkah cepat apabila situasi dinilai berpotensi membahayakan pengunjung.
Bahkan ketika kondisi langit mulai mendung, wisatawan akan diarahkan untuk tidak naik ke area Puncak Widosari demi menghindari potensi bahaya yang mungkin muncul.
"Karena satu memang, hujan, angin dan ketiga potensi petir jadi untuk menghindari ketiga itu kita himbau pengunjung tidak naik ke Puncak Widosari," tegas Heri Kebo.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi risiko, pengelola juga melakukan pengecekan terhadap fasilitas keselamatan seperti tali pegangan yang biasa digunakan pengunjung saat menuju beberapa titik wisata di kawasan tersebut.
Menurut Heri Kebo, kawasan Widosari relatif jarang mengalami tanah longsor. Namun, kejadian pohon tumbang sesekali masih ditemukan, meskipun umumnya tidak terjadi di area permukiman warga.
Persiapan menghadapi lonjakan kunjungan wisatawan saat Lebaran juga dilakukan pada aspek akses transportasi menuju kawasan wisata. Pengelola menyiapkan skema pengaturan lalu lintas di jalur masuk dan keluar Widosari yang berada di kawasan perbukitan.
"Ya kita ada di perbukitan Menoreh bagian utara berbatasan dengan Magelang langsung. Untuk aksesnya itu benar, tanjakan, tikungan tajam dan memang kita juga kerjasama dengan desa wisata Nglinggo untuk buka tutup jalan. Terutama untuk lebaran khususnya ya, dengan harapan nanti kendaraan itu akan berjalan dengan lancar, tidak berpapasan di tengah-tengah lalu terjadi mobil mogok atau ngerem di tanjakan," ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa kesiapan menyambut wisatawan saat libur Lebaran tetap dilakukan, namun keselamatan dan kenyamanan pengunjung tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap keputusan operasional destinasi wisata tersebut.
"Insyaallah kita siap menyambut kunjungan wisatawan di lebaran tahun ini dengan mengutamakan keselamatan pengunjung. Uang bisa kita cari di bulan-bulan lain yang lebih kondusif. Bukan tidak butuh uang tapi aspek keamanan, keselamatan dan kenyamanan wisatawan kita utamakan," lanjut Heri Kebo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

4 hours ago
9

















































