
Ilustrasi cuaca panas/Magnific
Harianjogja.com, JOGJA—Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sejumlah wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengalami kabut, asap, atau udara kabur pada Minggu (30/8/2026) pagi.
Kondisi tersebut diprediksi berubah menjadi lebih cerah dan panas pada siang hari. Suhu maksimum di DIY diprakirakan mencapai 33 derajat Celsius.
Secara umum, suhu udara di DIY berada pada kisaran 19-33 derajat Celsius. Adapun kelembapan udara diprakirakan berkisar 41%-99%.
Prakiraan Cuaca Kota Yogyakarta
Kota Yogyakarta diprakirakan mengalami kabut atau asap pada pagi hari. Suhu udara berada pada kisaran 20-33 derajat Celsius dengan kelembapan 41%-95%.
Suhu maksimum 33 derajat Celsius membuat Kota Jogja menjadi wilayah dengan prakiraan suhu tertinggi di DIY pada siang hari.
Prakiraan Cuaca Sleman
Sleman juga diprakirakan mengalami kabut atau asap pada pagi hari.
Suhu udara berada pada rentang 19-32 derajat Celsius dengan kelembapan 45%-95%. Suhu dingin diperkirakan terasa sejak dini hari hingga pagi sebelum meningkat menjelang siang.
Prakiraan Cuaca Bantul
Untuk Bantul, BMKG memprakirakan kondisi udara kabur atau haze pada pagi hari.
Suhu udara diprediksi berkisar 20-32 derajat Celsius. Tingkat kelembapannya berada pada rentang 44%-99%.
Prakiraan Cuaca Kulon Progo
Kulon Progo diprakirakan mengalami kabut atau asap pada pagi hari.
Suhu udara berkisar 19-30 derajat Celsius dengan kelembapan 53%-98%.
Prakiraan Cuaca Gunungkidul
Berbeda dengan wilayah lainnya, Gunungkidul diprakirakan cenderung cerah sepanjang hari.
Suhu udara di wilayah ini berada pada kisaran 20-31 derajat Celsius, sedangkan kelembapan diprakirakan mencapai 47%-96%.
Warga Diimbau Waspadai Cuaca Panas
Perubahan kondisi dari kabut atau udara kabur pada pagi hari menuju cuaca panas pada siang hari membuat masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, perlu memperhatikan kondisi tubuh dan lingkungan sekitar.
Berikut sejumlah langkah yang dapat dilakukan:
1. Perbanyak minum air
Masyarakat disarankan mencukupi kebutuhan cairan dengan rutin minum air putih. Jangan menunggu hingga merasa haus, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan saat suhu meningkat.
2. Lindungi kulit dari sinar matahari
Warga yang beraktivitas di luar rumah pada sekitar pukul 10.00-15.00 WIB dapat menggunakan tabir surya atau sunscreen, topi, payung, maupun pakaian berlengan panjang sebagai perlindungan dari paparan sinar ultraviolet (UV).
3. Waspadai jarak pandang pada pagi hari
Kabut, asap, dan udara kabur berpotensi mengurangi jarak pandang pengguna jalan. Pengendara disarankan menyalakan lampu utama dan menjaga jarak aman dengan kendaraan lain.
Penggunaan masker juga dapat dipertimbangkan untuk mengantisipasi paparan partikel debu atau asap ketika kualitas udara menurun.
4. Hindari aktivitas yang memicu kebakaran
Kondisi panas dan kering dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) maupun kebakaran di kawasan permukiman. Masyarakat diimbau tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari pembakaran sampah secara terbuka.
5. Perhatikan kondisi anak dan lansia
Anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap dampak cuaca panas. Pastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik dan batasi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi terasa terlalu panas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

5 hours ago
9

















































