
Ilustrasi cek kesehatan./freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kota Jogja menemukan hipertensi dan diabetes menjadi penyakit yang banyak terdeteksi pada kelompok lanjut usia (lansia).
Dari sekitar 23.000 lansia yang telah mengikuti pemeriksaan CKG, sekitar 60%-65% di antaranya terdeteksi mengalami hipertensi dan diabetes.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja, Waryono mengatakan jumlah sasaran lansia dalam program CKG sebenarnya mencapai 67.212 orang. Namun, hingga Rabu (16/9/2026), baru sekitar 23.000 lansia yang mengikuti pemeriksaan.
"Kalau lansia yang sudah melakukan CKG itu sekitar 23.000. Dari jumlah tersebut, rata-rata sekitar 60% sampai 65% ditemukan hipertensi dan diabetes," katanya, Rabu (16/9/2026).
Pola Makan dan Gaya Hidup Berpengaruh
Waryono menjelaskan hipertensi dan diabetes pada lansia umumnya bukan penyakit yang baru muncul ketika seseorang memasuki usia lanjut. Menurutnya, pola makan dan pola hidup turut menjadi faktor yang berpengaruh.
"Rata-rata sebelum lansia sudah biasanya. Yang paling banyak itu pola makan dan pola hidup. Kalau keturunan hanya sekian persen saja," ujarnya.
Karena itu, pengendalian penyakit kronis menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi kesehatan lansia. Hipertensi maupun diabetes yang tidak terkontrol dapat memicu komplikasi pada organ tubuh.
Hipertensi, misalnya, dapat berdampak pada jantung dan ginjal. Sementara kadar gula darah yang tinggi dan tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan ginjal hingga gagal ginjal.
"Kalau hipertensi terjadi kegagalan yang lain, bisa cepat meninggal. Efeknya nanti ke jantung dan ginjal. Begitu juga gula, kalau tinggi dan tidak terkontrol, ginjalnya bisa rusak," katanya.
Lansia Didorong Rutin Kontrol
Dinkes Kota Jogja mendorong lansia yang mengalami hipertensi maupun diabetes untuk rutin melakukan pemeriksaan dan pengelolaan penyakit melalui program pengelolaan penyakit kronis atau Prolanis.
Program tersebut mencakup pemantauan kondisi kesehatan, edukasi mengenai pola makan dan pola hidup sehat, hingga aktivitas fisik seperti senam Prolanis.
Pelayanan tersebut juga terintegrasi dengan Posyandu lansia. Pemeriksaan khusus bagi lansia dilakukan setiap tanggal 15 setiap bulan di masing-masing kelurahan secara serentak.
"Setiap tanggal 15 kita melakukan pemeriksaan CKG khusus lansia. Setiap kelurahan dan serentak," ujarnya.
Selain pemeriksaan melalui Posyandu, puskesmas juga menyediakan pelayanan khusus bagi lansia pada hari Jumat.
Lansia yang Sulit Datang Bisa Didatangi Petugas
Dinkes Kota Jogja juga memiliki layanan Public Health Nursing (PHN) bagi lansia yang mengalami keterbatasan untuk datang ke Posyandu.
Waryono menyebut keterbatasan penglihatan dan kemampuan berjalan menjadi salah satu alasan sebagian lansia tidak dapat mendatangi Posyandu. Melalui layanan PHN, petugas puskesmas dapat melakukan kunjungan ke rumah lansia yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
"Kalau ada lansia yang tidak bisa datang, kita juga punya program PHN. Itu bisa didatangi oleh Puskesmas," katanya.
Untuk pemeriksaan dan pengelolaan penyakit kronis peserta Prolanis, pembiayaan juga telah didukung BPJS Kesehatan dan Dinkes Kota Jogja. Dengan dukungan tersebut, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai biaya pemeriksaan.
Waryono berharap keluarga turut berperan dalam memastikan lansia rutin memeriksakan kondisi kesehatannya. Kontrol secara berkala dinilai penting agar kondisi penyakit dapat terus dipantau dan ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi.
"Yang paling penting adalah bagaimana keluarga memahami pentingnya kontrol. Kalau tidak kontrol, kita tidak tahu kondisinya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

2 hours ago
2

















































