Harianjogja.com, JOGJA—Xiaomi resmi memperkenalkan asisten kecerdasan buatan bernama Miclaw yang mampu mengeksekusi perintah langsung di dalam aplikasi. Teknologi ini memungkinkan AI tidak hanya menjawab pertanyaan, tetapi juga menjalankan berbagai tugas secara otomatis di perangkat pengguna.
Melansir laporan dari Gizmochina pada Jumat (6/3/2026), Miclaw dikembangkan menggunakan model bahasa besar (Large Language Model/LLM) internal milik Xiaomi bernama MiMo. Berbeda dari asisten digital konvensional yang terbatas pada memberikan respons teks, Miclaw dirancang sebagai asisten proaktif yang dapat menjalankan serangkaian tindakan nyata tanpa memerlukan bantuan manual dari pengguna.
Melampaui Batas Asisten AI Konvensional
Miclaw hadir dengan kemampuan memahami niat pengguna (user intent) dan menerjemahkannya ke dalam tindakan nyata. Setelah pengguna memberikan izin akses, AI ini mampu berkomunikasi dengan fitur sistem maupun aplikasi pihak ketiga untuk menyelesaikan berbagai tugas secara mandiri.
Sebagai contoh, ketika pengguna meminta asisten mengatur jadwal atau memproses data tertentu, Miclaw secara otomatis menentukan aplikasi yang harus dibuka, fitur yang perlu diaktifkan, serta langkah-langkah yang harus dijalankan hingga tugas tersebut selesai secara berurutan.
Cara Kerja Inference-Execution Loop
Kecanggihan utama Miclaw terletak pada mekanisme inference-execution loop, yakni proses berulang yang memungkinkan AI menjalankan tugas secara sistematis, meliputi:
- Menganalisis: Membaca dan memahami permintaan pengguna.
- Memilih: Menentukan alat serta parameter yang tepat untuk eksekusi.
- Mengeksekusi: Menjalankan tindakan sesuai perintah.
- Meninjau: Memeriksa hasil eksekusi secara real-time dan melanjutkan proses hingga tugas benar-benar tuntas.
Seluruh tahapan tersebut berlangsung secara sinkron tanpa mengganggu proses lain yang berjalan di perangkat, sehingga pengalaman pengguna tetap mulus dan efisien.
Sistem Memori dan Integrasi Rumah Pintar
Miclaw juga dibekali sistem memori yang memungkinkan AI belajar dari kebiasaan pengguna. Teknologi ini dapat menyimpan konteks percakapan penting, merangkum interaksi sebelumnya, serta mempertahankan relevansi informasi ketika menangani tugas yang lebih kompleks dalam jangka panjang.
Tidak hanya berfungsi di perangkat seluler, Miclaw juga terintegrasi dengan ekosistem rumah pintar Xiaomi melalui platform Mi Home. Melalui integrasi ini, pengguna dapat memberi perintah untuk membaca status perangkat rumah pintar dan menjalankan aksi otomatis, seperti mengatur suhu ruangan atau mematikan lampu, hanya lewat perintah suara maupun teks.
Membangun Ekosistem AI Terbuka
Dalam pengembangannya, Xiaomi juga membuka peluang kolaborasi bagi pengembang aplikasi. Perusahaan mendukung penggunaan Model Context Protocol, standar terbuka yang memudahkan integrasi alat AI dengan berbagai layanan.
Selain itu, Xiaomi turut merilis Software Development Kit (SDK) agar aplikasi pihak ketiga dapat memperkenalkan kemampuan dan fitur mereka kepada Miclaw. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem AI yang lebih luas dan terintegrasi secara global.
Seusai inisiatif ini dirilis, batasan antar aplikasi diperkirakan akan semakin menipis berkat kehadiran asisten AI yang mampu bertindak secara mandiri di berbagai layanan digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

12 hours ago
6

















































