
Peresmian sekretariat bersama kepemudaan di Kompleks BPO DIY, pada Jumat (26/6/2026). - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat
BPO DIY Resmikan Sekretariat Bersama, Organisasi Kepemudaan Didorong Jadi Basis Data Masalah Sosial
JOGJA - Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY meresmikan Sekretariat Bersama Kepemudaan di kompleks Kantor BPO DIY pada Jumat (26/6/2026). Fasilitas tersebut tidak hanya disiapkan sebagai ruang berkumpul organisasi kepemudaan, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pemetaan berbagai persoalan di DIY yang dapat menjadi rujukan pemerintah dalam menyusun kebijakan.
Kepala BPO DIY, Arfi Hidananto, mengatakan sekretariat bersama yang baru ini merupakan wujud komitmen BPO DIY dalam menyediakan ruang kolaborasi bagi organisasi kepemudaan. Melalui fasilitas tersebut, para pemuda diharapkan dapat berdiskusi, menyusun program, sekaligus membangun jejaring yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Ini adalah ruang bagi organisasi kepemudaan agar dapat berkolaborasi, berdiskusi, dan menyusun berbagai program yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami ingin sekretariat ini menjadi rumah bersama bagi pemuda di DIY," ujarnya saat peresmian.
Menurutnya, keberadaan sekretariat tidak berhenti sebagai tempat berkumpul. Ruang tersebut diharapkan menjadi wadah bertukar gagasan sekaligus memotret berbagai persoalan yang dihadapi generasi muda di lapangan, sehingga hasil diskusi dapat menjadi referensi pemerintah dalam merumuskan kebijakan kepemudaan maupun isu sosial lainnya.

Ia berharap seluruh organisasi kepemudaan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk memperkuat komunikasi dan menghasilkan berbagai gagasan yang mampu menjawab tantangan kepemudaan di DIY.
"Pemuda tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga diharapkan mampu memberikan masukan berbasis data dan kondisi riil di lapangan. Dengan begitu, berbagai program kepemudaan yang disusun dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata," imbuhnya.
BPO DIY juga akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari organisasi kepemudaan, akademisi, hingga komunitas. Harapannya, sekretariat bersama tersebut menjadi titik temu untuk memperkuat ekosistem kepemudaan di DIY.
Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD DIY, RB Dwi Wahyu, yang turut hadir dalam peresmian tersebut, menilai sekretariat bersama dapat menjadi ruang bagi organisasi kepemudaan untuk membaca berbagai dinamika sosial yang berkembang di Jogja. Menurutnya, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini berbeda dengan generasi sebelumnya sehingga membutuhkan pendekatan dan data yang lebih aktual.
"Saya ingin OKP (Organisasi Kepemudaan) ini menjadi base-nya data. Data kemiskinan, data perempuan, apa pun itu saya ingin teridentifikasi. Sehingga masalah ini tidak hanya berhenti kepada Dinas Pendidikan, tetapi nanti menjadi dasar rencana aksi daerah yang bisa diambil kebijakannya oleh OPD yang memiliki kewenangan," ujar Dwi.
Ia menjelaskan data yang dihimpun organisasi kepemudaan dapat dimanfaatkan oleh berbagai organisasi perangkat daerah sesuai bidangnya. Misalnya, persoalan kekerasan terhadap perempuan dapat menjadi bahan bagi dinas terkait, sementara isu ekonomi, UMKM, hingga pariwisata juga dapat ditindaklanjuti oleh OPD yang berwenang.
Dwi juga berharap sekretariat bersama mampu menjadi ruang diskusi berbagai persoalan sosial yang tengah menjadi perhatian di DIY, seperti kenakalan remaja, fenomena klitih, peningkatan kasus HIV, hingga persoalan kesehatan mental.
"Kenapa ada klitih? Ini perlu didiskusikan. Ngomongin HIV yang hari ini trennya tinggi, kemudian persoalan kesehatan mental yang juga meningkat di DIY, kenapa? Itu semua perlu dipotret agar menjadi dasar penyusunan kebijakan," tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ariq Fajar Hidayat Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

8 hours ago
2

















































