ANRI Usulkan Pusat Khazanah Maritim Indonesia Hadir di Sulsel

10 hours ago 1
ANRI Usulkan Pusat Khazanah Maritim Indonesia Hadir di SulselPertemuan antara ANRI dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan. (Dok: Ist)

KabarMakassar.com — Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengusulkan pembangunan Pusat Khazanah Maritim Indonesia di Sulawesi Selatan. Gagasan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara ANRI dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan yang membahas penguatan tata kelola kearsipan serta pengembangan arsip sebagai sumber pengetahuan dan sejarah.

Usulan tersebut menjadi salah satu isu strategis yang dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Jakarta, Kamis (11/6).

Selain membahas penguatan sistem kearsipan daerah, forum itu juga menyoroti potensi Sulawesi Selatan sebagai pusat dokumentasi sejarah maritim Indonesia Timur.

Rombongan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dipimpin Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Prof. Muhammad Jufri. Mereka diterima langsung Deputi Bidang Tata Kelola Kearsipan Nasional ANRI, Andi Abu Bakar.

Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah agenda penguatan kearsipan. Pembahasan meliputi pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK), penguatan substansi arsip, kebijakan dan regulasi kearsipan, hingga peningkatan kualitas layanan arsip di daerah.

Andi Abu Bakar menjelaskan, Pusat Khazanah Maritim Indonesia dirancang tidak hanya sebagai tempat penyimpanan arsip. Fasilitas tersebut juga diharapkan menjadi pusat penelitian, pendidikan, dan destinasi wisata berbasis sejarah maritim.

Konsep yang ditawarkan mencakup pembangunan berbagai fasilitas edukatif yang memungkinkan masyarakat mempelajari sejarah secara lebih interaktif. Kehadiran diorama dan media pembelajaran modern dinilai dapat memperkuat fungsi arsip sebagai sumber pengetahuan publik.

Menurut ANRI, Sulawesi Selatan memiliki posisi yang strategis untuk pengembangan pusat khazanah tersebut. Daerah ini dinilai menyimpan banyak jejak sejarah pelayaran, perdagangan, dan peradaban maritim yang berperan penting dalam perkembangan kawasan Indonesia Timur.

Plt Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulsel, Muhammad Jufri, menyambut positif gagasan tersebut. Ia menilai keberadaan pusat khazanah maritim akan memperkuat literasi sejarah sekaligus mendukung pelestarian arsip yang memiliki nilai strategis bagi daerah.

“Kami sangat mengapresiasi berbagai gagasan dan arahan dari ANRI. Ini menjadi peluang besar bagi Sulawesi Selatan untuk semakin memperkuat ekosistem literasi sejarah, penelitian, dan pelestarian arsip sebagai bagian dari pembangunan berbasis pengetahuan,” ujar Jufri.

Selain membahas pengembangan pusat khazanah maritim, ANRI juga menekankan pentingnya pengelolaan arsip dalam tata kelola pemerintahan dan dunia usaha. Arsip dinilai memiliki fungsi vital sebagai sumber informasi dan bukti pertanggungjawaban lembaga.

“Di sektor mana pun, baik pemerintahan, kementerian maupun swasta, ketika ada pengelolaan anggaran dan keuangan maka arsip menjadi kebutuhan yang tidak bisa dipisahkan. Arsip inilah yang nantinya menjadi bukti, sumber informasi, sekaligus security bagi lembaga di masa depan,” ujarnya.

Menurut ANRI, pengelolaan arsip yang baik tidak hanya berkaitan dengan penyimpanan dokumen. Arsip juga menjadi instrumen penting dalam mendukung transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme penyelenggaraan organisasi.

Sementara itu, Kepala UPT Jasa Kearsipan Sulsel, Hj Mustaana, menilai koordinasi dengan ANRI penting untuk meningkatkan kualitas layanan kearsipan di daerah. Penguatan sistem kearsipan dinilai akan mendukung proses pengambilan kebijakan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami berharap sinergi dengan ANRI terus diperkuat sehingga pengelolaan arsip di Sulawesi Selatan semakin tertata, modern, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Mustaana.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola arsip yang profesional dan berkelanjutan. Di saat yang sama, usulan pembangunan Pusat Khazanah Maritim Indonesia membuka peluang bagi Sulawesi Selatan untuk menjadi salah satu pusat pelestarian sejarah maritim nasional.

Navigasi pos

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news