Wartawan Republika Diculik Tentara Israel saat Misi Bantuan Gaza

4 hours ago 1

Wartawan Republika Diculik Tentara Israel saat Misi Bantuan Gaza

Wartawan Republika, Bambang Noroyono. /Instagram.

Harianjogja.com, JOGJA—Konvoi bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza yang membawa sejumlah warga negara Indonesia dilaporkan dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional. Dalam insiden tersebut, sekurangnya dua jurnalis nasional ikut ditahan saat menjalankan misi kemanusiaan bersama relawan internasional.

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyebut terdapat sembilan relawan asal Indonesia dalam armada Global Sumud Flotilla yang menjadi korban intersepsi. Dua di antaranya merupakan wartawan Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang berada di kapal saat pelayaran menuju Gaza berlangsung.

Menurut Andi, pencegatan terhadap kapal bantuan itu terjadi ketika armada berlayar di perairan internasional. Ia mengecam tindakan militer Israel yang dinilai melanggar hukum internasional dan prinsip-prinsip kemanusiaan global.

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer Zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” ujar Andi dalam pernyataan resmi, Senin (18/5/2026).

Andi menegaskan keselamatan para relawan dan jurnalis menjadi perhatian utama. Ia menyebut para peserta misi membawa bantuan logistik untuk warga Gaza sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan di tengah konflik yang masih berlangsung.

Sementara itu, dua wartawan Indonesia yang ikut dalam pelayaran disebut menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan. Menurut Andi, tindakan intersepsi terhadap relawan sipil dan awak media merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan sipil serta hak kemanusiaan internasional.

Republika juga menyatakan telah meminta penjelasan kepada Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terkait penahanan tersebut. Upaya komunikasi dan langkah diplomatik disebut tengah dilakukan guna memastikan status para warga negara Indonesia yang ditahan serta memperoleh perlindungan konsuler.

Dalam perkembangan terbaru, Republika menayangkan video yang memperlihatkan wartawannya, Bambang Noroyono, berada dalam tahanan Israel. Dalam video yang diunggah melalui Instagram, Bambang tampak mengenakan jaket hitam sambil menunjukkan paspor Indonesia dan meminta bantuan kepada pemerintah Indonesia.

“Jika Anda menemukan video ini, mohon disampaikan kepada Pemerintah Republik Indonesia bahwa saya saat ini dalam penculikan tentara Zionis Israel,” ujar Bambang dalam rekaman tersebut.

Ia juga meminta pemerintah Indonesia segera mengambil langkah untuk membantu pembebasannya bersama relawan lain yang berada dalam kapal bantuan tersebut.

Laporan awal menyebut intersepsi terjadi pada Senin pagi waktu Turki, di perairan dekat Siprus atau sekitar 200 mil laut dari Jalur Gaza. Bambang, Thoudy, dan relawan lain berada di kapal bernama “Boralize” ketika pasukan Israel melakukan pencegatan.

Andi menambahkan Republika berdiri bersama relawan kemanusiaan internasional dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap misi bantuan sipil di perairan internasional. Menurutnya, tindakan militer terhadap konvoi bantuan kemanusiaan dapat merusak norma hukum laut internasional dan semangat solidaritas global terhadap warga sipil Gaza.

Hingga kini, perkembangan kasus penahanan relawan dan wartawan Indonesia dalam misi bantuan Gaza masih terus dipantau. Publik menunggu respons resmi otoritas Israel serta langkah diplomatik dan konsuler dari pemerintah Indonesia terkait nasib para WNI yang berada dalam armada kemanusiaan tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news