
Polisi mengamankan dua pelajar yang terlibat perkelahian dengan celurit di Jalan Solo-Semarang, Ampel, Boyolali. /Espos.
Harianjogja.com, BOYOLALI— Polisi mengungkap identitas dua pelajar yang terlibat aksi perkelahian menggunakan senjata tajam di Jalan Solo-Semarang, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Aksi yang diduga merupakan tawuran antarpelajar tersebut sebelumnya viral di media sosial karena kedua remaja terlihat membawa celurit panjang.
Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra mengatakan kedua pelajar tersebut telah diamankan polisi. Petugas juga mengamankan barang bukti berupa celurit panjang yang diduga digunakan dalam perkelahian.
“Kami sudah mengamankan kedua pelajar tersebut bersama dengan barang bukti celurit panjang yang dipergunakan pada saat melakukan perkelahian,” kata Indra kepada wartawan saat ditemui di Alun-alun Kidul, Sabtu (5/9/2026) malam.
Dua Pelajar Masih di Bawah Umur
Indra menjelaskan kedua pelajar yang diamankan berasal dari jenjang pendidikan berbeda. Salah satunya merupakan siswa SMK di daerah Kaliwungu, sedangkan seorang lainnya merupakan siswa SMP di Boyolali.
Keduanya diketahui masih berusia di bawah umur. Polisi selanjutnya akan melakukan penanganan dengan mempertimbangkan status kedua pelajar tersebut sebagai anak.
Pengungkapan identitas kedua pelajar dilakukan setelah polisi menindaklanjuti video aksi perkelahian yang beredar luas di media sosial.
Kapolres mengatakan kepolisian juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk mencegah aksi serupa kembali terjadi di kalangan pelajar.
Rencananya, polisi bersama Dinas Pendidikan akan menggelar pertemuan dengan kepala sekolah tingkat SMK, SMA, dan SMP di Boyolali. Pertemuan tersebut akan membahas langkah pencegahan serta upaya meminimalisasi aksi tawuran dan berbagai kegiatan negatif yang melibatkan pelajar.
“Utamanya, sekolah bisa memberikan sanksi yang tegas untuk pelajar yang terindikasi melakukan aksi tawuran atau kegiatan negatif yang lain. InsyaAllah, nanti Senin akan kami rilis secara lengkap dan menghadirkan dari dinas pendidikan dan stakeholder terkait,” ujar Indra.
Video Tawuran Viral di Media Sosial
Sebelumnya, video yang memperlihatkan dua remaja laki-laki terlibat perkelahian menggunakan senjata tajam viral di media sosial pada Jumat (4/9/2026).
Video tersebut diunggah akun Instagram @blusukanampel dan kemudian dibagikan melalui kolaborasi dengan sejumlah akun informasi lokal, antara lain @merapi_uncover, @_kabarboyolali, @infoboyolali, @aslicahboyolali, dan @boyolali_info.
Tidak lama setelah diunggah, video tersebut mendapat perhatian besar dari pengguna media sosial. Sekitar 30 menit setelah dipublikasikan, unggahan tersebut telah memperoleh sekitar 2.200 tanda suka, 128.000 tayangan, dan 184 komentar.
Dalam rekaman yang beredar, dua remaja laki-laki tampak berhadapan sambil membawa senjata tajam. Keduanya terlihat mengayunkan senjata ke arah satu sama lain.
Senjata yang digunakan bahkan terlihat bergesekan dengan permukaan aspal hingga memunculkan percikan api.
Admin akun @blusukanampel menyebut peristiwa tersebut diduga merupakan aksi tawuran antarpelajar yang terjadi di wilayah Kecamatan Ampel.
Unggahan tersebut juga berisi imbauan agar pelajar tidak melakukan tawuran maupun tindakan kekerasan yang dapat membahayakan diri sendiri dan masyarakat.
“Peristiwa seperti ini sangat disayangkan karena dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tulis admin akun tersebut dalam takarir unggahan.
Masyarakat juga diajak ikut menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Ampel. Pelajar diingatkan agar menjauhi tawuran dan tidak membawa benda yang berpotensi digunakan untuk melukai orang lain.
Orang tua dan sekolah juga diharapkan meningkatkan perhatian serta pengawasan terhadap aktivitas anak-anak.
“Orang tua dan pihak sekolah diharapkan terus memberikan perhatian serta pengawasan kepada anak-anak. Mari jaga Ampel tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tulisnya.
Diduga Terjadi di Jalan Solo-Semarang
Admin Blusukan Ampel, Nanang, mengatakan informasi mengenai video tersebut diperoleh dari salah seorang pengikut akun Instagramnya.
Menurut dia, rekaman tersebut sebelumnya sempat diunggah akun Instagram @stmbarkab.a3. Namun, video itu kemudian dihapus.
Nanang selanjutnya mengunggah kembali video tersebut sebagai pengingat sekaligus bentuk imbauan kepada para remaja agar tidak melakukan tindakan serupa.
Dia menilai lokasi kejadian menjadi salah satu hal yang memprihatinkan karena peristiwa tersebut diduga berlangsung di Jalan Solo-Semarang. Ruas jalan tersebut merupakan jalur yang ramai dilalui masyarakat dari berbagai daerah.
“Kalau melihat masih ada perbaikan Jembatan Mitiran, berarti masih baru-baru ini,” kata Nanang saat dihubungi, Jumat (4/9/2026).
Nanang juga menyayangkan aksi kekerasan tersebut dilakukan oleh remaja dan diduga membawa nama sekolah.
Dia berharap pengungkapan kasus tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi pelajar lain agar tidak terlibat tawuran atau membawa senjata tajam.
“Semoga bisa ditangkap untuk menjadi pembelajaran,” ujarnya.
Polisi selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan serta pihak sekolah untuk memperkuat langkah pencegahan. Upaya tersebut diharapkan dapat menekan potensi tawuran pelajar sekaligus mencegah penggunaan senjata tajam dalam aksi kekerasan di ruang publik.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Espos

2 hours ago
3
















































