Sebaran Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Jangkau Bengkulu

4 hours ago 4

Sebaran Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Capai 50.000 Kaki, Jangkau Bengkulu

Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas.

Harianjogja.com, JAKARTA— Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau meluas hingga ketinggian sekitar 50.000 kaki atau 15,2 kilometer pada Minggu (6/9/2026). Berdasarkan pemantauan PVMBG, VAAC Darwin, dan analisis citra satelit Himawari-9, abu vulkanik tidak hanya berada di sekitar gunung api, tetapi telah menjangkau sejumlah wilayah di Jawa dan Sumatra.

Data tersebut berdasarkan pemantauan pada Minggu pukul 09.00 WIB. Analisis citra satelit menunjukkan terdapat dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dengan ketinggian, arah pergerakan, dan cakupan wilayah yang berbeda.

Sebaran abu vulkanik ini menjadi perhatian karena cakupannya telah mencapai wilayah daratan maupun perairan yang cukup luas. Beberapa wilayah yang terpantau terdampak antara lain Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Lampung, Bengkulu, dan Sumatra Selatan.

Dua Klaster Abu Vulkanik Anak Krakatau

Klaster pertama menunjukkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berada dari permukaan hingga ketinggian 20.000 kaki atau sekitar 6,1 kilometer.

Sebaran abu pada klaster ini terpantau bergerak ke arah timur laut-selatan. Cakupannya meliputi sebagian wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, termasuk kawasan perairan di sekitarnya.

Sementara itu, klaster kedua memiliki ketinggian sebaran yang jauh lebih tinggi. Abu vulkanik terpantau dari permukaan hingga mencapai 50.000 kaki atau sekitar 15,2 kilometer.

Pada klaster kedua, pergerakan abu terpantau menuju arah barat daya-barat laut.

Wilayah yang masuk dalam cakupan sebaran tersebut meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, dan Sumatra Selatan.

Abu Vulkanik Menyebar hingga Selat Sunda

Selain wilayah daratan, analisis pemantauan juga menunjukkan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah kawasan perairan.

Sebaran abu terpantau berada di Selat Sunda bagian selatan. Abu juga terpantau mencapai wilayah Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten.

Dengan kondisi tersebut, cakupan abu vulkanik Anak Krakatau telah meluas jauh dari lokasi gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda.

Analisis citra RGB Himawari-9 yang digunakan dalam pemantauan turut memperlihatkan pola sebaran abu vulkanik. Dalam peta analisis tersebut, wilayah sebaran abu ditandai dengan garis kuning.

Cakupannya membentang dari kawasan sekitar Gunung Anak Krakatau menuju arah barat daya hingga barat laut dan sebagian wilayah Jawa bagian barat.

Sebaran Abu Capai Wilayah Jawa dan Sumatra

Pemantauan PVMBG, VAAC Darwin, serta citra satelit menunjukkan sebaran abu vulkanik Anak Krakatau tidak terkonsentrasi di sekitar kawah.

Wilayah terdampak mencakup kawasan di Pulau Jawa dan Sumatra, baik daratan maupun perairan. Jabodetabek menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam cakupan sebaran pada klaster pertama.

Sementara itu, pada klaster kedua, cakupan abu meluas hingga wilayah Lampung, Bengkulu, dan Sumatra Selatan.

Kondisi tersebut juga menjadi perhatian terhadap aktivitas penerbangan. Sebelumnya, sejumlah penerbangan dari dan menuju Jakarta dilaporkan mengalami pembatalan maupun penundaan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau dan sebaran abu vulkanik.

Perkembangan sebaran abu vulkanik tetap perlu dipantau karena arah dan cakupannya dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer. Informasi mengenai wilayah terdampak menjadi penting bagi masyarakat maupun sektor transportasi udara untuk mengantisipasi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dilakukan menggunakan berbagai sumber data, termasuk pengamatan PVMBG, informasi Volcanic Ash Advisory Center (VAAC) Darwin, serta analisis citra satelit Himawari-9.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Sunartono

Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news