Jumali Selasa, 09 Juni 2026 18:37 WIB

Saham - Foto ilustrasi dibuat oleh AI/StockCake
Harianjogja.com, JOGJA —OpenAI mengonfirmasi telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana saham (IPO) secara rahasia kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Langkah tersebut membuka peluang bagi perusahaan kecerdasan buatan (AI) itu untuk melantai di bursa pada masa mendatang, meski belum ada keputusan terkait waktu pelaksanaannya.
Chief Financial Officer (CFO) OpenAI Sarah Friar sebelumnya menyampaikan bahwa perusahaan dengan skala seperti OpenAI perlu memiliki tata kelola, transparansi, dan operasional yang setara dengan perusahaan publik. Namun, ia tidak memberikan kepastian mengenai jadwal IPO.
Dalam pernyataannya, OpenAI menegaskan pengajuan dokumen S-1 dilakukan secara rahasia dan belum menjadi sinyal bahwa penawaran saham akan segera digelar.
“Kami baru-baru ini mengajukan S-1 yang bersifat rahasia. Kami belum memutuskan waktunya, mungkin masih cukup lama karena ada beberapa hal yang lebih mudah kami lakukan sebagai perusahaan privat. Namun, ini merupakan serangkaian pertimbangan yang kompleks dan langkah ini memberi kami opsi untuk lebih cepat melantai di bursa jika itu menjadi pilihan terbaik,” tulis perusahaan, dikutip dari Reuters, Selasa (9/6/2026).
Selain mempersiapkan opsi IPO, OpenAI juga berencana menggelar tender offer yang memungkinkan karyawan menjual sebagian kepemilikan saham mereka berdasarkan valuasi terbaru perusahaan. Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan likuiditas kepada karyawan tanpa harus menunggu perusahaan menjadi emiten publik.
OpenAI disebut telah menggandeng sejumlah bank investasi besar, termasuk Goldman Sachs dan Morgan Stanley, guna mempersiapkan berbagai kebutuhan terkait potensi IPO.
Persaingan Industri AI Kian Ketat
Rencana menuju pasar saham muncul di tengah persaingan yang semakin sengit di industri AI. Sejumlah perusahaan teknologi berlomba memperkuat posisi melalui pendanaan besar, pengembangan model AI generatif, hingga ekspansi infrastruktur komputasi.
OpenAI menjadi salah satu pemain utama sejak peluncuran ChatGPT pada 2022. Popularitas chatbot tersebut mendorong pertumbuhan pengguna secara signifikan dan mempercepat adopsi teknologi AI di berbagai sektor.
Di sisi lain, kebutuhan investasi untuk membangun dan menjalankan model AI berskala besar terus meningkat. Perusahaan masih mengalokasikan dana besar untuk pengembangan infrastruktur komputasi, pusat data, dan pelatihan model kecerdasan buatan.
Untuk menjaga fokus bisnis, OpenAI juga melakukan evaluasi terhadap sejumlah proyek yang dinilai tidak masuk prioritas utama perusahaan.
Opsi Strategis untuk Masa Depan
Pengajuan dokumen IPO secara rahasia memberi fleksibilitas bagi OpenAI untuk menentukan langkah strategis berikutnya sesuai kondisi pasar. Mekanisme tersebut lazim digunakan perusahaan teknologi besar agar dapat mempersiapkan proses pencatatan saham tanpa harus langsung mengumumkan seluruh detail kepada publik.
Dengan valuasi yang terus meningkat dan posisi yang semakin kuat di industri AI global, OpenAI kini memiliki berbagai opsi pendanaan untuk mendukung ekspansi bisnis jangka panjang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

6 hours ago
2

















































