
Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino./Instagram-gianni_infantino\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan ingin mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya setelah masa jabatan António Guterres berakhir pada akhir 2026.
Laporan Anadolu yang mengutip sumber dekat Donald Trump menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat tersebut menilai Gianni Infantino sebagai figur yang dihormati di berbagai negara dan memiliki kemampuan menyatukan banyak pihak melalui olahraga.
"Dia dihormati oleh semua orang di seluruh dunia dan memiliki kemampuan khusus untuk menyatukan orang-orang," demikian pernyataan sumber yang dikutip media tersebut.
Kedekatan Donald Trump dan Gianni Infantino semakin terlihat selama penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Keduanya beberapa kali tampil bersama dalam berbagai agenda resmi turnamen sepak bola tersebut.
Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat indikasi bahwa Gianni Infantino berminat meninggalkan jabatannya sebagai Presiden FIFA untuk memimpin PBB. Gedung Putih maupun FIFA juga belum memberikan komentar resmi terkait laporan tersebut.
Usulan yang dikabarkan datang dari Donald Trump itu juga masih menghadapi sejumlah hambatan dalam proses pemilihan Sekjen PBB. Berdasarkan mekanisme yang berlaku, seorang kandidat harus terlebih dahulu memperoleh rekomendasi dari Dewan Keamanan PBB sebelum mendapatkan persetujuan dari Majelis Umum PBB.
Presiden Amerika Serikat tidak memiliki kewenangan untuk secara sepihak menunjuk Sekretaris Jenderal PBB.
Gianni Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016 dan memimpin organisasi sepak bola dunia yang memiliki 211 asosiasi anggota.
Sementara itu, António Guterres dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal PBB pada akhir tahun ini setelah menjabat selama dua periode.
Penuh Kontroversi
Sebelumnya, mantan Presiden FIFA Sepp Blatter meminta dunia sepak bola mencopot Gianni Infantino dari jabatannya setelah berakhirnya Piala Dunia FIFA 2026. Menurut Blatter, turnamen sepak bola terbesar tersebut telah kehilangan kredibilitas akibat sejumlah keputusan selama penyelenggaraan.
Blatter juga menyinggung hubungan dekat Gianni Infantino dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Ia menilai urusan politik tidak semestinya memengaruhi jalannya sepak bola.
"Politik tidak boleh menutupi permainan."
Pernyataan itu merujuk pada polemik pencabutan hukuman larangan bermain penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Sebelumnya, Balogun mendapat kartu merah saat menghadapi Bosnia dan dijatuhi sanksi larangan bermain.
Laporan menyebut Donald Trump kemudian menghubungi Gianni Infantino dan meminta keputusan tersebut ditinjau kembali. Setelah itu, komite disiplin FIFA menangguhkan hukuman Balogun sehingga ia dapat tampil pada laga babak 16 besar melawan Belgia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

1 hour ago
2

















































