Jumali Senin, 24 Agustus 2026 21:17 WIB

Pemandangan sejumlah pusat perbelanjaan di distrik belanja Orchard Road di Singapura. Foto diambil 2 Juni 2016. /Reuters/Edgar Su
Harianjogja.com, JOGJA—Singapura dinobatkan sebagai kota dengan transportasi umum (public transport) terbaik di dunia. Penghargaan ini diberikan dalam Indeks Kesiapan Mobilitas Perkotaan tahun 2024 yang disusun Oliver Wyman Forum bersama peneliti University of California, Berkeley. Pada sub-indeks angkutan umum, Singapura berhasil meraih peringkat pertama, mengungguli kota-kota besar lainnya di dunia dengan sistem transportasi yang efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Adapun peringkat keseluruhan Urban Mobility Readiness Index 2024 tersebut dijuarai oleh San Francisco, berkat inovasi teknologi, investasi transportasi, dan pengembangan mobilitas berkelanjutan. Namun, dalam hal kualitas transportasi umum, Singapura berada di puncak daftar, menegaskan reputasinya sebagai salah satu kota dengan sistem angkutan massal terbaik secara global.
Transportasi Umum Singapura: Efisien dan Terintegrasi
Indeks Kesiapan Mobilitas Perkotaan tahun 2024 memuat peringkat 70 kota besar di seluruh dunia dengan transportasi umum terbaik. Peringkat ini disusun berdasarkan inovasi, dampak sosial, infrastruktur, dan efisiensi sistem, sejalan dengan tren mobilitas perkotaan terbaru. Singapura berhasil unggul di semua kategori berkat sistem angkutan umum yang terintegrasi dengan baik antara MRT (Mass Rapid Transit), LRT (Light Rail Transit), dan bus yang saling terhubung.
Okupansi penumpang transportasi umum di Singapura dilaporkan mencapai 93,5 persen dari tingkat penumpang sebelum pandemi Covid-19. Angka ini menunjukkan pemulihan yang sangat kuat dan kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi publik setelah masa pandemi. Singapura bahkan berencana untuk memperluas jaringan kereta apinya sejauh 223 mil pada awal tahun 2030-an, yang akan menempatkan 80 persen lokasi rumah tangga berada dekat dari stasiun kereta api.
Masyarakat Singapura hanya perlu berjalan kaki sekitar 10 menit untuk tiba di stasiun kereta api terdekat. Aksesibilitas yang tinggi ini menjadi salah satu faktor utama tingginya penggunaan transportasi umum di negara kota tersebut. Dengan jaringan yang luas dan terintegrasi, Singapura memiliki total panjang jalur kereta api yang lebih panjang daripada Tokyo dan Hong Kong, dua kota yang juga terkenal dengan sistem transportasi publiknya yang maju.
Dalam indeks yang sama, Singapura juga memiliki rangkaian angkutan otonom yang lebih banyak beroperasi daripada kota-kota lain. Bahkan, bus otonom pertama yang dapat diakses publik di Singapura dibuka pada Juni 2024. Langkah ini menunjukkan komitmen Singapura dalam mengadopsi teknologi terbaru untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sistem transportasi publiknya.
Daftar 10 Kota dengan Transportasi Umum Terbaik di Dunia
Selengkapnya, berikut daftar 10 kota dengan transportasi umum terbaik di dunia berdasarkan Indeks Kesiapan Mobilitas Perkotaan 2024:
- Singapura
- Hong Kong
- Stockholm
- Copenhagen
- Paris
- Vienna
- Berlin
- Zurich
- Oslo
- Tokyo
Daftar ini didominasi oleh kota-kota Eropa yang dikenal dengan sistem transportasi publik yang matang dan terintegrasi. Hong Kong menjadi satu-satunya kota Asia lainnya di 10 besar selain Singapura, menunjukkan bahwa kawasan Asia juga memiliki sistem transportasi yang kompetitif secara global.
Jakarta Peringkat ke-28, Tantangan dan Harapan
Di sisi lain, Jakarta menempati peringkat ke-28 sebagai kota dengan transportasi umum terbaik di dunia. Dibandingkan dengan populasi Kota Singapura yang mencapai 6 juta jiwa, Jakarta tercatat memiliki populasi hampir empat kali lipatnya, yakni sebanyak 23,4 juta jiwa. Jumlah penduduk yang besar tentu menjadi tantangan tersendiri dalam mengelola sistem transportasi publik yang efisien dan terintegrasi.
Meskipun masih tertinggal jauh dari Singapura, posisi Jakarta di peringkat ke-28 dunia menunjukkan adanya kemajuan dalam pengembangan transportasi umum di ibu kota Indonesia. Kehadiran MRT Jakarta, LRT, dan Transjakarta yang terus diperluas menjadi langkah positif dalam meningkatkan kualitas angkutan massal di Jakarta. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mencapai tingkat efisiensi dan integrasi seperti yang dimiliki Singapura.
Diikuti dengan kota-kota lain di Asia Tenggara, seperti Kuala Lumpur di peringkat ke-44, Bangkok di posisi ke-46, dan Manila di urutan ke-63. Dibandingkan dengan kota-kota tetangga di ASEAN, posisi Jakarta di peringkat ke-28 menunjukkan bahwa ibu kota Indonesia masih menjadi yang terbaik di kawasan dalam hal transportasi umum, meskipun masih jauh dari Singapura yang berada di puncak dunia.
Pelajaran dari Singapura untuk Indonesia
Pencapaian Singapura sebagai kota dengan transportasi umum terbaik di dunia menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Perencanaan jangka panjang, integrasi antarmoda, adopsi teknologi, dan komitmen pemerintah menjadi kunci keberhasilan Singapura dalam membangun sistem transportasi publik yang efisien. Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia dapat mencontoh langkah-langkah tersebut untuk terus meningkatkan kualitas transportasi umum di Tanah Air.
Bagi masyarakat Indonesia, peringkat ini menjadi pengingat bahwa transportasi publik yang baik bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan dasar yang mendukung mobilitas dan produktivitas. Dengan terus mendorong perbaikan dan investasi di sektor transportasi, Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dan memberikan layanan angkutan massal yang lebih baik bagi warganya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online

8 hours ago
6

















































