Terisolasi Dua Bulan, Akses Ngalau Gadang Bayang Utara Akan Dibangun dengan Anggaran Rp1,9 Miliar

1 week ago 22

TARUNA - hayati

KLIKPOSITIF- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) memastikan akan membuka kembali akses menuju Kampung Ngalau Gadang, Kecamatan IV Bayang Utara, yang terisolasi akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor pada November 2025 lalu.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Pessel, Fahresi Eka Siska, mengatakan penanganan darurat akan mulai dilakukan pada Februari 2026. Anggaran pemulihan telah dialokasikan melalui APBD kabupaten senilai sekitar Rp1,9 miliar.

“Pemkab telah menyiapkan pemasangan gorong-gorong plat baja atau Aramco berdiameter tujuh meter sebagai pengganti jembatan yang putus. Anggarannya sekitar Rp1,9 miliar dari APBD kabupaten,” ungkap Fahresi saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga

Menurutnya, penggunaan Aramco dipilih karena dinilai paling memungkinkan untuk penanganan cepat di tengah kondisi medan yang sulit.

“Jika menunggu pembangunan jembatan permanen tentu memakan waktu lama. Dengan Aramco, fungsi akses bisa segera dipulihkan agar masyarakat kembali beraktivitas,” jelasnya.

Selain pemasangan Aramco, PUTR Pessel juga akan menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menimbun badan jalan di beberapa titik menuju kampung tersebut.

“Alat berat akan dimasukkan secara bertahap. Fokus awal membuka akses kendaraan, setelah itu baru dilakukan penanganan lanjutan,” terangnya.

Fahresi mengakui kondisi geografis menuju Ngalau Gadang cukup berat dan menjadi tantangan tersendiri. Namun, pihaknya menegaskan pemulihan akses tersebut menjadi prioritas utama.

“Kami perkirakan Februari ini pekerjaan sudah mulai di lapangan. Upaya maksimal dilakukan agar akses segera terbuka,” ujarnya.

Sebelumnya, Kampung Ngalau Gadang yang dihuni sekitar 670 jiwa terisolasi hampir dua bulan akibat banjir bandang dan longsor. Satu-satunya jembatan penghubung terputus, sementara tiga titik jalan tertimbun material longsor.

Akibatnya, aktivitas pendidikan, layanan kesehatan, dan perekonomian warga lumpuh total. Warga bahkan terpaksa menandu pasien sakit untuk berobat serta menandu jenazah untuk dimakamkan karena tidak adanya akses kendaraan.

Read Entire Article
Jogja News Jogja Politan Jogja Ball Jogja Otote Klik News Makassar news